SIDOARJO, WartaTransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi 120 peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi Tahun 2026.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri penjemputan dan pembekalan peserta di Hotel Premiere Place Airport, Juanda, Sidoarjo, Kamis (2/7/2026).
Khofifah mengatakan Program ADEM Repatriasi merupakan wujud kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan bagi putra-putri Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekaligus membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Sebanyak 120 peserta berasal dari Jeddah, Johor Bahru, Sabah, dan Kuala Lumpur. Hingga pembekalan berlangsung, 92 peserta telah tiba di Jawa Timur, sedangkan sisanya dijadwalkan datang setelah menyelesaikan dokumen perjalanan.
Selama mengikuti program, para siswa akan menempuh pendidikan di 29 SMA dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Jawa Timur. Selain memperoleh pendidikan formal, mereka juga akan mendapatkan pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Khofifah meminta seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik memperlakukan peserta ADEM sebagai bagian dari keluarga besar sekolah serta memberikan pendampingan secara maksimal. Ia optimistis para peserta memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi akademik maupun nonakademik.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan sekolah yang dipilih telah dipersiapkan untuk mendukung proses adaptasi dan pengembangan potensi siswa. Sementara itu, peserta asal Sekolah Indonesia Johor Bahru, Nurul Syafah Aulia, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan melanjutkan pendidikan di Indonesia melalui Program ADEM Repatriasi. (*)







