banner 400x130

Golkar Jatim Perkuat Bidang Hukum dan HAM, Siapkan Bakumham hingga Konsultasi Hukum Gratis

SURABAYA, Wartatransparansi.com – DPD Partai Golkar Jawa Timur memperkuat peran bidang hukum dan hak asasi manusia (HAM) melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Hukum dan HAM. Forum tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Golkar Jatim.

Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengatakan Rakornis Bidang Hukum dan HAM merupakan rangkaian agenda konsolidasi partai setelah sebelumnya digelar Rakornis bidang kaderisasi dan organisasi.

Menurutnya, Rakornis tersebut bertujuan mempertajam sekaligus menerjemahkan hasil keputusan Rakerda DPD Golkar Jatim yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Rakornis ini akan mempertajam, menerjemahkan apa yang telah menjadi keputusan di dalam rapat kerja daerah yang dilaksanakan pada beberapa bulan yang lalu,” kata Ali.

Ia menjelaskan, pembahasan dalam Rakornis selanjutnya akan diterjemahkan oleh bidang hukum dan HAM DPD Golkar Jatim agar dapat diterapkan hingga tingkat kabupaten dan kota.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Golkar Jatim, Yulianto Simanjuntak, menjelaskan terdapat sejumlah agenda utama yang dibahas dalam Rakornis tersebut.

Salah satunya mengenai Peraturan Organisasi (PO) Nomor 8 Partai Golkar yang mengatur penertiban aset partai. Aturan tersebut menjadi acuan untuk melakukan penataan terhadap aset berupa tanah maupun bangunan milik Partai Golkar.

“PO Nomor 8 ini akan membahas tentang Peraturan Organisasi dari DPP yang baru saja keluar untuk menertibkan tertib organisasi terhadap aset-aset Partai Golkar yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, ketika ditanya mengenai wacana pemisahan pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu daerah, Ali menegaskan Partai Golkar Jatim akan mengikuti kebijakan dan instruksi DPP Partai Golkar.

“Sebagai partai tentu kita mengikuti apa yang akan menjadi instruksi di Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Kita tunggu,” kata Ali.

Terkait wacana efisiensi sejumlah badan usaha daerah yang dinilai tidak memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), Ali menyatakan prinsip efisiensi perlu menjadi perhatian.

“Efisiensi bagus. Karena memang kita harus efisien ini,” ujarnya.

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi internal Partai Golkar Jatim tidak hanya diarahkan pada penguatan struktur organisasi, tetapi juga pada penataan aset, penguatan layanan hukum dan HAM, serta evaluasi program hingga tingkat daerah. (*)

Penulis: Zal/Min