Pakaian beraneka ragam budaya Nusantara, sebagian bukti pakaian adat dan suku ss Nusantara masih begitu kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan berbanga serta bernegara, tercerminkan dalam kemeriahan Pawai Budaya Kemerdekaan Republik Indonesia MAN Sidoarjo
Madarah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo membalut dengan mengaktifkan kreatifta s siswa/siswi seperti di kelas Suku Minang terdapat miniatur rumah gadang yang dibentuk dari kardus bekas dan dipikul di atas pundak.
Terlihat pula pasangan pengantin dari Suku Palembang, Suku Batak, Suku Jawa, dan Suku Sunda. Bagian Suku Betawi ada maskot Ondel-ondel, dibuat dari plastik berukuran jumbo, kepalanya terbuat dari kardus bekas yang dicat menyerupai wajah ondel-ondel.
Dari Suku Madura terlihat murid-murid dan guru kompak mengenakan kostum loreng merah putih disertai senjata tradisionalnya. Pada kelas Suku Bali, ada yang membuat miniatur Pura yang menjulang tinggi, pun dibawa dengan dipikul 4 murid laki-laki.
Mewujudkan citra Nusantara dalam dengan pakaian Suku dan adat, sudah dipersiapkan sejak sepekan yang lalu (06/08/2026) di MAN Sidoarjo dengan menggandeng OSIS dan MPK madrasah.
Secara khusus menyiapkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Salah satu kegiatan yang tersusun adalah Pawai Budaya atau Karnaval Budaya. Pawai Budaya sangat cocok digunakan sebagai kegiatan kokurikuler implementasi Panca Cinta Kurikulum Berbasis Cinta pada pilar Cinta Tanah Air.
Sejumlah persiapan telah dilakukan, pertama mengumpulkan semua panitia terkait untuk menentukan konsep kegiatan dan petunjuk teknis penilaian. Melalui diskusi, disepakati bahwa Pawai Budaya mengusung tema Keberagaman Suku di Nusantara. Indonesia memiliki lebih dari 2000 suku yang tersebar dari Pulau Sumatera sampai Pulau Papua. 36 Suku terpilih untuk ditampilkan sesuai jumlah rombel kelas yang ada di MAN Sidoarjo.
Masing-masing kelas menampilkan kekhasan suku bersama guru wali kelas dan menentukan maskot utama. Bahkan melalui tim Jurnalistik El-Manzil, ekstrakurikuler media pers milik MAN Sidoarjo, bahwa sebaran suku-suku tersebut antarai lain: Suku Palembang, Minang, Batak, Lampung, Aceh, Sunda, Betawi, Jawa, Madura, Dayak, Banjar, Bali. Dari Indonesia Timur ada Suku Toraja, Minahasa, Bugis, Sasak, Ambon, dan Papua.
Bahkan, sejak Jumat (8/8/2026) lalu, murid-murid melalui ketua kelas telah diberikan pembagian suku untuk kemudian didiskusikan bersama guru wali kelas dan teman se kelas. Berdasarkan ketentuan yang diberikan panitia, masing-masing kelas tidak boleh menyewa kostum dari luar, hanya boleh membuat dengan kreativitas masing-masing.
Dan dengan begitu meriah juga semangat, terlihat sejak Jumat, murid-murid telah masuk ke madrasah dengan membawa kardus bekas, plastik, koran, kertas, karung goni, kain bekas, dan sejenisnya. Mereka menyulap bahan-bahan ini menjadi ragam aksesoris suku, mulai dari kostum, ikat kepala, senjata, rumah adat, makanan khas, dan lainnya.
Hari ini, Kamis (13/08/2026) kegiatan Pawai Budaya telah dilaksanakan di MAN Sidoarjo sejak pagi pukul 07.30 WIB. Murid-murid masuk ke area madrasah 75% telah mengenakan kostum yang akan mereka gunakan saat pawai, Bapak dan Ibu guru wali kelas tak kalah menawan, mereka telah bersiap di dalam ruang guru untuk merias diri agar terlihat lebih menjiwai. Sebelum berpawai bersama, terlebih dahulu Plt. Kepala MAN Sidoarjo memberikan sambutan pembuka, seraya berdoa dan mengirimkan Al Fatihah kepada para Pahlawan Indonesia agar semua amal baiknya diterima, dan generasi penerusnya mampu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dengan amalan-amalan yang baik, salah satunya adalah menjadi murid-murid yang tekun dalam belajar.
Saat Pawai Budaya berjalan, sangat terlihat warna-warni keberagaman budaya Indonesia yang melimpah ruah. Keberagaman suka se Nusantara tercermin begitu meriah dan membanggakan.
Bergeser ke wilayah Kalimantan, dari Suku Banjar terlihat anggun mengenakan Baju Adat Galuh berwarna kuning, hijau, dan merah. Tameng Talawang dari Suku Dayak hampir terlihat dari kelas-kelas yang menampilkan Suku Dayak Kalimantan. Mereka kompak membuat tameng ini dari kardus bekas yang diwarnai. Kemudian mengenakan baju yang terbuat dari karung goni. Wilayah Sulawesi dari Suku Toraja ditampilkan rumah adat Toraja berserta beberapa ornamennya, begitupun pada Suku Sasak dan Suku Ambon. Terakhir dari Suku di Papua, murid-murid membuat kostum dari tali rafia dan membuat rumah adat Honai dari anyaman bambu.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN Sidoarjo, Achmad Yunus Arbiyan, menuturkan bahwa kegiatan ini dirancang dengan mengkolaborasikan program madrasah dan program OSIS. Karena mempunyai mandat program piloting Kurikulum Berbasis Cinta yang dicanangkan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, pada pilar Cinta Tanah Air kami memilih momen perayaan kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan Pawai Budaya, terbukti Pawai Budaya tergambarkan dengan sangat epik dan penuh keberagaman sebagai cermin Cinta Tanah Air.
Potret Pawai Budaya Kemerdekaan Republik Indonesia MAN Sidoarjo, perwujudan sebuah pawai Nusantara dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Apalagi selalu dikemas siswa/siswi MAN Sidoarjo dengan indah. Dari tahun ke tahun, di MAN Sidoarjo selalu menyelenggarakan Pawai atau Karnaval, namun tema yang diusung berbeda-beda. Jika tahun lalu berdasarkan sebaran 38 provinsi di Indonesia, maka tahun ini berdasarkan keberagaman suku di Nusantara.
Kreatifitas, toleransi, dan kebersamaan yang tercipta dari kegiatan Pawai Budaya ini diharapkan menjadi semangat murid-murid untuk selalu mencintai Indonesia dengan segala keindahannya. (*)






