KEDIRI WartaTransparansi.com – Pemilu Serentak 2029 masih berada di depan mata. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri mulai memastikan kualitas data pemilih sejak sekarang melalui pemutakhiran data secara berkelanjutan. Pondok Pesantren Wali Barokah pun menyatakan siap membantu memastikan santri dan warga pesantren yang telah memiliki hak pilih tercatat secara akurat.
Komitmen tersebut disampaikan Humas Ponpes Wali Barokah, Asyhari Eko Prayitno, saat menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III 2026 di Aula KPU Kota Kediri.
Asyhari mengapresiasi keterbukaan KPU Kota Kediri yang secara berkala melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren, dalam proses pemutakhiran data pemilih. Menurutnya, keterlibatan pesantren penting untuk memastikan santri maupun warga pesantren yang telah memiliki hak pilih dapat terdata dengan baik.
“Pondok Pesantren Wali Barokah menyambut baik dan mengapresiasi keterbukaan KPU Kota Kediri dalam menyelenggarakan rapat pleno ini. Kami siap bersinergi secara aktif untuk memberikan data yang akurat mengenai para santri maupun warga pesantren yang telah memiliki hak pilih, sehingga hak konstitusional mereka dapat terlindungi dengan presisi,” kata Asyhari, Rabu 30 September 2026.
Dia menambahkan, keterlibatan lembaga pesantren dalam pemutakhiran data menjadi bagian penting untuk menjaga hak konstitusional warga pesantren. Data yang akurat diperlukan agar warga yang memenuhi syarat sebagai pemilih tidak kehilangan haknya dalam proses demokrasi.
“Kami mengapresiasi KPU Kota Kediri yang terus menjaga transparansi melalui rapat pleno terbuka ini. Pondok Pesantren Wali Barokah siap bersinergi dan berkolaborasi aktif, khususnya dalam memastikan pendataan dan pemutakhiran data para santri maupun warga pesantren yang telah memiliki hak pilih, agar hak konstitusional mereka tetap terjaga dan terdata dengan baik,”ungkap Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD LDII Kota Kediri.
Rapat pleno tersebut dipimpin Ketua KPU Kota Kediri Reza Kristian. Agenda itu juga dihadiri jajaran pimpinan dan perwakilan Bawaslu Kota Kediri, Kodim 0809 Kediri, Bakesbangpol, Cabang Dinas Pendidikan, Lapas Kelas IIA Kediri, serta perwakilan lembaga keagamaan dan pondok pesantren.
Reza menegaskan keterbukaan informasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghasilkan data pemilih yang valid dan mutakhir. Karena itu, KPU membuka ruang bagi peserta rapat untuk memberikan masukan maupun tanggapan terhadap hasil pemutakhiran data.
“Rapat rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang kita laksanakan secara terbuka setiap tiga bulan sekali ini sangat mengharapkan adanya masukan dan tanggapan dari Bapak dan Ibu sekalian. Tujuannya agar pelaksanaan pemutakhiran data ini berjalan dengan baik, bersih, dan akurat hingga seratus persen sesuai kondisi riil di lapangan. Kami sangat membutuhkan kerja sama dan masukan dari seluruh pihak,” ujar Reza.
Rapat pleno terbuka tersebut menjadi salah satu mekanisme KPU Kota Kediri dalam menjaga kualitas data pemilih secara berkelanjutan. Kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk pesantren, diharapkan dapat membantu memastikan perubahan data kependudukan dan status pemilih dapat diketahui serta diperbarui sesuai kondisi sebenarnya.(*)







