banner 400x130

Temukan Tujuh Anak di Diskotek, Pemkot Surabaya Mulai Perketat Pengawasan RHU

Satpol PP saat mengunjungi salah satu RHU di Surabaya.

SURABAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menemukan tujuh anak di bawah umur di tiga tempat Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU) selama pengawasan September 2026. Temuan tersebut menjadi perhatian Pemkot Surabaya untuk memperketat pengawasan diskotek dan klub malam, sekaligus memastikan pengelola mematuhi ketentuan batas usia dan menyediakan fasilitas penanganan pengunjung mabuk.

Plt Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti mengatakan, pengawasan dilakukan rutin empat kali dalam sebulan atau setiap pekan. Pemeriksaan meliputi kelengkapan izin penjualan minuman beralkohol, larangan pengunjung di bawah 18 tahun, serta ketentuan pengunjung berusia di bawah 21 tahun tidak boleh mengonsumsi minuman beralkohol.

“Di lokasi kita cek apakah dia tidak melanggar ketentuan, yaitu tidak boleh memasukkan anak-anak yang di bawah 18 tahun. Kemudian situ juga kita cek, misalnya ada yang masuk umur 20 kan boleh masuk, tapi sebelum 21 dia tidak boleh minum (minuman keras),” kata Irna, Rabu (4/11/2026).

Irna menegaskan, pengelola RHU yang terbukti melanggar ketentuan akan ditindak melalui mekanisme tindak pidana ringan (tipiring). Sementara itu, anak-anak yang terjaring dibawa ke Mako 34 Satpol PP untuk menjalani pemeriksaan, termasuk tes urine, serta penanganan bersama DP3APPKB sebelum keluarga dipanggil.

“Jadi kita lakukan Tipiring kepada pengelola. Kalau anak-anaknya kita bawa ke Mako 34, kita lakukan tes urine. Kita kerja sama dengan DP3APPKB, setelah itu kita panggil keluarganya,” jelasnya.

Menurut Irna, anak-anak tersebut umumnya masuk ke tempat hiburan malam bersama rombongan. Dalam satu kelompok, terkadang terdapat satu atau dua orang yang belum memenuhi persyaratan usia untuk memasuki RHU.

Selain menindak pelanggaran batas usia, Satpol PP memastikan pengelola menyediakan fasilitas penanganan pengunjung mabuk, meliputi ruangan khusus, tenaga kesehatan, kerja sama dengan klinik, serta transportasi daring untuk mencegah pengunjung mengemudikan kendaraan sendiri.

Berdasarkan pemeriksaan lanjutan di sejumlah lokasi yang sebelumnya didatangi petugas, Irna menyebut tidak ditemukan kembali pengunjung di bawah umur. Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan secara rutin maupun melalui inspeksi mendadak dengan lokasi yang dirahasiakan.

“Pengetatan ini akan kita lakukan, ada yang sifatnya rutin, ada yang sifatnya itu acak. Jadi titik lokasinya menjadi rahasia di tempat kami ya. Tidak kami umumkan memang,” tandasnya. (fri)

Editor: Wetly