banner 400x130

KONI Jatim Gandeng RSD Prof. Dr. Moeljono, Siapkan Layanan Khusus Kesehatan Mental Atlet

Perkuat kesehatan mental atlet, KONI Jatim gandeng RSD Prof. Dr. Moeljono Surabaya. (Foto: Ist)

SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memperkuat dukungan kesehatan bagi atlet dan insan olahraga melalui kerja sama dengan RSD Prof. Dr. Moeljono atau yang dikenal sebagai RSJ Menur. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pelayanan medis, tetapi juga menyediakan pendampingan psikologis untuk menjaga kesehatan mental atlet dalam menghadapi tekanan latihan maupun kompetisi.

Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memperkuat pembinaan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga memperhatikan kesehatan fisik dan psikologis atlet. Melalui dukungan layanan kesehatan yang terintegrasi, atlet diharapkan dapat menjalani proses latihan, pemulihan, hingga pertandingan dengan kondisi yang lebih optimal.

Kesepakatan itu dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Pelayanan Kesehatan yang ditandatangani Ketua Umum KONI Jatim, Drs. Muhammad Nabil, M.Si., bersama Direktur RSD Prof. Dr. Moeljono, drg. Vitria Dewi, M.Si., Kamis (29/10/2026).

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil mengatakan, kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan pembinaan atlet. Menurutnya, kemampuan teknik dan kebugaran fisik perlu diimbangi kondisi psikologis yang baik agar atlet mampu menghadapi tekanan selama berkompetisi.

“Prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga kondisi kesehatan secara menyeluruh, termasuk kesehatan mental. Karena itu, kami membutuhkan dukungan fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pelayanan medis sekaligus pendampingan psikologis bagi atlet dan tenaga pendukung olahraga,” ujarnya.

Nabil menilai, kerja sama dengan RSD Prof. Dr. Moeljono menjadi langkah tepat karena rumah sakit tersebut memiliki layanan yang dapat mendukung kebutuhan kesehatan mental atlet. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membuka akses pendampingan profesional bagi insan olahraga yang membutuhkan bantuan.

RSJ Menur Siapkan Ruang Konsultasi Psikologi Atlet

Salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah penyediaan layanan psikologi melalui Sport and Wellness Clinic. RSD Prof. Dr. Moeljono juga menyiapkan ruangan khusus bagi atlet untuk berkonsultasi dan mendapatkan pendampingan psikologis dalam suasana yang nyaman.

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang aman bagi atlet untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, termasuk tekanan menjelang pertandingan, tuntutan meraih prestasi, persaingan antaratlet, hingga persoalan psikologis selama masa pemulihan cedera.

Dalam dunia olahraga prestasi, kesiapan mental menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari performa atlet. Tekanan untuk meraih kemenangan, menjaga konsistensi penampilan, dan memenuhi target dapat memengaruhi konsentrasi maupun kepercayaan diri apabila tidak dikelola dengan baik.

Melalui pendampingan psikologis, atlet diharapkan mampu mengembangkan strategi untuk mengelola tekanan, menjaga motivasi, serta mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum menghadapi pertandingan.

Direktur RSD Prof. Dr. Moeljono, Vitria Dewi, menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang menyeluruh. Karena itu, pihaknya berupaya menyediakan layanan yang dapat membantu atlet memperoleh dukungan sesuai kebutuhan.

“Melalui layanan psikologi dan ruang khusus bagi atlet, kami ingin menyediakan tempat yang nyaman bagi mereka untuk bercerita dan memperoleh pendampingan profesional. Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan, sehingga perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya.

Didukung Fasilitas Kesehatan Mental Terintegrasi

Penguatan layanan psikologis tersebut juga didukung keberadaan Gedung Arunika, fasilitas baru RSD Prof. Dr. Moeljono yang menunjang layanan asesmen, terapi, dan rehabilitasi kesehatan mental.

Gedung Arunika turut menaungi Ruang Rawat Inap Garuda dan Jatayu. Masing-masing ruang memiliki kapasitas 70 tempat tidur sebagai bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan mental yang lebih terintegrasi.

Selain itu, terdapat Mozaik Co-Working Space di Gedung Trividya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan interaksi dan pertemuan. Ruang kolaborasi ini juga berpotensi menjadi tempat bagi atlet untuk beraktivitas dalam suasana yang lebih terbuka.

Keberadaan berbagai fasilitas tersebut melengkapi pendekatan pelayanan rumah sakit yang tidak hanya berfokus pada penanganan medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis serta lingkungan yang mendukung kesejahteraan pasien.

Pelayanan Medis Menyeluruh bagi Insan Olahraga

Selain pendampingan psikologis, kerja sama KONI Jatim dan RSD Prof. Dr. Moeljono mencakup berbagai layanan kesehatan, mulai dari instalasi gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, tindakan operasi, pemeriksaan laboratorium, radiologi, hingga layanan penunjang medis lainnya.

Kerja sama ini juga mencakup edukasi kesehatan dan psikologi serta program corporate wellness, termasuk pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sesuai kebutuhan KONI Jatim.

Pelayanan turut mengatur penanganan kecelakaan lalu lintas yang dialami peserta ketika menjalankan tugas dalam pertandingan atau pelatihan resmi. Pelaksanaannya tetap memperhatikan surat tugas dan ketentuan penjaminan yang berlaku.

Dalam implementasinya, KONI Jatim dapat berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum peserta dirujuk. Daftar nominatif peserta yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi salah satu dasar pemberian layanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kerja sama ini, dukungan kesehatan diharapkan dapat menjangkau atlet, pelatih, mekanik, serta karyawan di lingkungan KONI Jatim.

Sinergi antara pelayanan medis dan pendampingan psikologis tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan olahraga yang lebih komprehensif. Dengan kondisi fisik yang terjaga, dukungan pemulihan yang memadai, serta kesiapan mental yang baik, atlet Jawa Timur diharapkan mampu menghadapi persaingan dengan lebih percaya diri.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan olahraga tidak semata-mata diukur dari medali dan kemenangan, tetapi juga dari perhatian terhadap kesehatan serta kesejahteraan orang-orang yang berada di balik pencapaian prestasi.

Penulis: FahrizalEditor: Redaksi