banner 400x130

Jelang Tes Kemampuan Akademik, Gubernur Jatim Minta Murid Jatim Tetap Tenang

Didampingi Kadindik Jatim Aries Agung Paewai, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik. TKA akan dimulai Senin (19/10/2026). foto/dok

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan doa dan motivasi kepada 438.126 murid jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat yang telah terdaftar dalam sistem Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pelaksanaan TKA dijadwalkan mulai Senin (26/10) hingga 8 November 2026 secara bertahap sesuai pembagian gelombang.

Khofifah meminta seluruh peserta mengikuti asesmen dengan tenang, percaya diri, menjunjung tinggi kejujuran, serta tidak lupa berdoa dan memohon restu kedua orang tua. Ia juga mengingatkan agar murid tidak mengalami kecemasan berlebihan karena hasil TKA bukan satu-satunya penentu masa depan.

“Hadapilah dengan tenang, penuh semangat, dan percaya diri. Percayalah pada kemampuan kalian serta proses belajar yang telah dijalani bersama bapak dan ibu guru. Awali dengan berdoa, jangan lupa memohon doa dan restu kedua orang tua,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Suranbaya, Minggu (25/10/20226).

Menurutnya, TKA menjadi kesempatan bagi murid untuk menunjukkan hasil belajar sekaligus mengenali potensi diri. Setiap anak memiliki keunggulan berbeda yang perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran berkelanjutan.

Khofifah juga mengajak orang tua memberikan dukungan emosional tanpa membebani anak dengan tuntutan nilai berlebihan. Guru dan sekolah diminta membantu kesiapan mental peserta, menjelaskan tata tertib, serta memastikan murid memahami jadwal dan sesi tes masing-masing.

Gubernur yang juga ketua Dewan Penasehat Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama NU itu juga turut mengingatkan peserta menjaga kesehatan, beristirahat cukup, sarapan sebelum berangkat, menyiapkan kebutuhan tes, dan hadir tepat waktu.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang merujuk pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 murid atau sekitar 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta telah terdaftar.

Dari 4.863 satuan pendidikan yang terdata, sebanyak 4.546 satuan pendidikan telah berstatus terdaftar final. Sebanyak 3.518 satuan pendidikan menggunakan moda daring penuh (full online), sedangkan 1.028 lainnya menggunakan moda semi daring (semi online).

Pemilihan moda pelaksanaan menyesuaikan kondisi geografis dan ketersediaan jaringan internet di setiap wilayah. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran asesmen berdasarkan kesiapan infrastruktur sekolah.

Khofifah meminta Dinas Pendidikan Jatim, seluruh cabang dinas, dan kepala sekolah memastikan kesiapan teknis maupun administratif sebelum pelaksanaan. Pemeriksaan meliputi komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang tes, serta kesiapan proktor dan teknisi.

“Saya minta Dinas Pendidikan bersama seluruh cabang dinas dan kepala sekolah mengecek kembali kesiapan pelaksanaan TKA. Siapkan langkah antisipasi dan jalur pelaporan yang jelas agar setiap kendala dapat segera ditangani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, persiapan terus dimatangkan, mulai dari pendataan peserta, sarana pendukung, hingga kesiapan petugas penyelenggara.

Untuk mengantisipasi gangguan listrik, sekolah penyelenggara mandiri diminta menyiagakan perangkat uninterruptible power supply (UPS) bagi server maupun komputer proktor, serta generator set (genset) apabila memungkinkan. Petugas juga harus memahami prosedur penanganan gangguan dan memastikan komunikasi dengan helpdesk cabang dinas maupun provinsi berjalan baik.

Dinas Pendidikan Jatim turut berkoordinasi melalui surat dengan PLN dan Telkom wilayah Jawa Timur untuk meminta penundaan pemeliharaan jaringan yang berpotensi mengganggu pasokan listrik maupun konektivitas selama pelaksanaan TKA.

Aries menegaskan, setiap gangguan harus segera dicatat dan dilaporkan melalui helpdesk agar dapat ditangani sesuai prosedur. Murid diminta tetap tenang apabila terjadi kendala teknis karena petugas sekolah telah disiapkan untuk melakukan penanganan.

Menurut Aries, hasil TKA dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran, pemetaan kebutuhan pendidikan, serta penyusunan pelatihan guru yang lebih tepat sasaran. Evaluasi tersebut juga diharapkan mendukung pemerataan mutu pendidikan di perkotaan maupun daerah pelosok.

“TKA bukan semata-mata tentang mendapatkan nilai tinggi. Bagi kami, hasilnya juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran agar semakin banyak anak Jawa Timur memiliki kompetensi yang unggul dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Amin Istighfarin