banner 400x130
Jember  

Ratusan Anak Muda Ikuti Pendidikan Politik PAR Alternatif Indonesia di Jember

PAR Alternatif Indonesia lakukan pendidikan politik bagi anak muda di Jember

JEMBER – Ratusan anak muda dari Jember dan sejumlah daerah di luar Jember mengikuti kegiatan Pendidikan Politik Jilid 2 yang digelar PAR Alternatif Indonesia pada 23–25 Oktober 2026.

Kegiatan ini mempertemukan anak muda dari berbagai organisasi kemahasiswaan (ormek), organisasi kepemudaan, dan kelompok gerakan untuk memperkuat kapasitas serta integritas dalam kehidupan politik dan sipil.

Direktur Eksekutif PAR Alternatif Indonesia, Andi Saputra, mengatakan pendidikan politik tersebut bertujuan membentuk generasi muda yang terdidik secara politik dan memiliki pemahaman hukum.

Menurutnya, anak muda perlu memiliki kapasitas yang memadai untuk membaca persoalan sosial sekaligus integritas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Andi menyebut, terdapat tiga persoalan penting dalam gerakan sipil yang perlu menjadi perhatian, yakni kapasitas, integritas, dan resiliensi atau daya tahan gerakan. Ketiganya dinilai penting agar gerakan masyarakat sipil tidak hanya mampu merespons persoalan, tetapi juga bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan.

“Bagaimana kita menambah kapasitas, integritas, dan menyatukan antarelemen serta gerakan yang ada di Jember. Kita juga harus memiliki resiliensi,” ujarnya.

Menurut Andi, perbedaan latar belakang organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak muda untuk membangun kerja sama. Ia mengajak peserta untuk melihat nilai dan prinsip yang diperjuangkan, bukan semata-mata identitas atau warna organisasi.

Bagi laki-laki yang akrab disapa Bung Andi itu, penyatuan gerakan menjadi penting dalam menghadapi persoalan ketimpangan kekuasaan dan penindasan.

Karena itu, ruang pertemuan antarkelompok perlu terus dibangun agar anak muda dapat bertukar gagasan, memperluas perspektif, dan menemukan titik temu dalam memperjuangkan kepentingan publik.

“Melawan oligarki dan penindasan. Jangan lihat warna, tetapi value atau nilai yang diperjuangkan,” katanya.

Pendidikan politik tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai organisasi. Mereka di antaranya Muhammad Fakhrurozi dari Kawal Keadilan, Jorgiana Augustine dari Bareng Warga, Saiful Amin koordinator Komite Politik, serta Donny Ardyanto dari Kurawal Foundation.

Kehadiran para narasumber dari latar belakang organisasi yang berbeda menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif dan pengalaman gerakan sipil. Melalui forum ini, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan politik sekaligus membangun jejaring lintas organisasi.

Andi juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan gerakan sipil. Menurutnya, pendidikan politik tidak cukup berhenti pada diskusi atau pertemuan, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran dan keberanian anak muda untuk terlibat dalam persoalan masyarakat.

Bung Andi berharap Jember dapat menjadi ruang tumbuh bagi gerakan anak muda di kawasan Tapal Kuda. Dengan kapasitas dan integritas yang terus diperkuat, anak muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam membangun kehidupan politik yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Saya berharap betul bahwa Jember adalah hak dari Tapal Kuda. Berkuasalah karena ide tidak bisa dititipkan,” tegasnya.

Kegiatan Pendidikan Politik Jilid 2 ini berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026. Selain menjadi ruang perjumpaan lintas organisasi, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat dialog, solidaritas, dan daya tahan gerakan sipil di kalangan anak muda Jember dan sekitarnya. (*)

Penulis: Sugito