banner 400x130

Pemerintah Resmikan Koridor Teknologi Kreatif Indonesia-India untuk Percepat Ekonomi Digital

JAKARTA – Pemerintah Indonesia meresmikan Indonesia–India Creative-Tech Corridor sebagai langkah mempercepat transformasi digital dan memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Kolaborasi Indonesia dan India ini diharapkan mampu mendorong inovasi, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing industri kreatif berbasis teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan koridor teknologi kreatif tersebut di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Ia menegaskan, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak hanya berpotensi mengubah pola pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan keterampilan baru.

“AI bukan sekadar pengganti pekerjaan, melainkan juga sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru,” ujar Airlangga.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif hingga dua digit, dengan dukungan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), khususnya KEK Singhasari yang diarahkan menjadi pusat riset, inovasi, dan komersialisasi karya kreatif.

Menurut Airlangga, Indonesia dan India memiliki hubungan sejarah serta kebudayaan yang kuat. Kedekatan dalam bidang seni, pengetahuan, dan pemikiran filosofis menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di tengah perkembangan ekonomi digital global.

Airlangga menjelaskan, perkembangan teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), machine learning, digital twin, hingga quantum computing meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur digital. Kondisi tersebut turut mendorong pertumbuhan kebutuhan pusat data (data center) dan industri semikonduktor.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, pemerintah bekerja sama dengan perusahaan Arm dalam pengembangan ekosistem desain cip (chip design) dan mendorong pertumbuhan industri semikonduktor nasional.

Pemerintah juga mengarahkan pengembangan pusat data ke sejumlah kawasan strategis, termasuk KEK Nongsa di Kepulauan Riau yang sedang diperluas, KEK di Tangerang Selatan, serta kawasan Karawang. Pengembangan tersebut diselaraskan dengan ketersediaan energi dan jaringan konektivitas serat optik.

Sementara itu, KEK Singhasari didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan industri kreatif. Pengolahan data kreatif yang didukung pusat data dan infrastruktur digital di kawasan tersebut diharapkan menghasilkan efek pengganda bagi perekonomian.

Peresmian koridor ini turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf Teuku Riefky Harsya, Wakil Duta Besar India untuk Indonesia Bijay Selvaraj, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Direktur Utama KEK Singhasari David Santoso, serta perwakilan kementerian, BUMN, swasta, dan komunitas ekonomi kreatif. (din/ais)