MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Meski sempat turun hujan di wilayah Puncak Trawas dan Pacet Kab. Mojokerto masih belum mampu memulihkan sumber air di pengunngan mengalir normal. Menanggapi hal tersebut Pemkab. Mojokerto tetap sigap mengantisipasi kelangkaan air bersih di tengah musim kemarau panjang saat ini, dengan terus menggelontor bantuan air bersih. Bantuan air bersih tersebut salurkan di Kantor Desa Duyung Kecamatan Trawas salah satu desa di puncak trawas yang kekurangan air bersih, Sabtu (24/10/2026), siang.
Gus Barra panggilan akrab Bupati Mojokerto saat ikut langsung memantau penyaluran air tahap 2 ke desa tersebut mengungkapkan bahwa bantuan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto itu, ialah berupa 84 tangki air bersih.
“Bantuan yang diberikan saat ini sebanyak 84 tangki air (bersih)untuk masyarakat Desa Duyung, semoga ini bermanfaat untuk kelangsungan hidup sehari-hari,”ujarnya.
Gus Barra menambahkan selain membantu kebutuhan air bersih di Desa Duyung Kec. Trawas, juga memberikan bantuan serupa juga disalurkan pada dua desa lain, yakni desa Kunjorowesi dan desa Manduro Manggunggajah Kecamatan Ngoro yang juga sama -sama krisis air bersih setiap musim kemarau panjang.
“Bantuan air bersih di musim kemarau ini untuk tiga (3) desa, antara lain desa Duyung Kec. Trawas , desa Kunjorowesi, dan Manduro Manggunggajah Kec. Ngoro Kab. Mojokerto ),” bebernya.
Dijelaskan selain bantuan air bersih, Bupati Mojokerto juga menyerahkan terdapat pula beberapa bantuan paket sembako juga turut diserahkan oleh itu kepada warga desa Duyung.
Tampak yang turut hadir pada penyerahan simbolis bantuan air bersih tersebut ialah, Jajaran dan Perwakilan Forkopimca Trawas, Para Relawan Sosial Kabupaten Mojokerto, dan Kepala Desa serta Pegawai Kepemerintahan Desa Duyung.
“Selama sumber air di 3 desa tersebut belum mengalir air sumber normal, seperti sebelumnya, Pemkab. Mojokerto akan terus memberikan bantuan kebutuhan air bersih di desa setempat dan kedepannya akan mencari solusi agar desa tersebut mendapatkan sarpras untuk mengalirkan air bersih dari area terdekat, agar terhindar kekurangan air bersih sepanjang musin,” pungkas Bupati Mojokerto. (*)







