MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto telah mencatatkan sebanyak 259 inovasi daerah pada pada aplikasi inovasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Inovasi tersebut menjadi salah satu modal pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan inovasi tidak seharusnya berhenti pada ide atau sekadar menjadi program administratif. Setiap gagasan perlu dikembangkan dan diterapkan agar mampu menjawab persoalan masyarakat, terutama dalam hal kemudahan akses dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dijelaskan Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten membuka kesempatan bagi perangkat daerah maupun masyarakat untuk menyampaikan gagasan yang berorientasi pada kebutuhan warga.
“Kami secara konsisten setiap tahun berupaya membuka ruang bagi inovator dan masyarakat yang punya kreativitas untuk menyampaikan ide-ide kreatifnya dalam rangka menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kita, baik dalam hal pelayanan publik maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tegas Ning Ita dikonfirmasi usai penyelenggaraan talkshow Mojo City Innovation Expo o 2026 di Sunrise Hotel, Rabu (21/10/2026) .
Ditambahkan padakegiatan Mojo City Innovation Expo 2026, menjadi ruang bagi perangkat daerah dan para inovator untuk memperkenalkan gagasan kreatif sekaligus menunjukkan penerapannya dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, sebayak 259 inovasi milik Pemkot Mojokerto yang telah masuk dalam aplikasi inovasi Kemendagri pada 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan ekosistem inovasi di Kota Mojokerto.
“Kami mengapresiasi para inovator yang tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mengembangkan dan menjalankan inovasi hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” aku Ning Ita.
Dijelaskan inovasi yang telah terdaftar tersebut menunjukkan tingkat kematangan yang tinggi, dengan pelaksanaan minimal dua tahun serta dampak yang dapat diukur.
“Setiap inovasi yang sudah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri menunjukkan tingkat kematangan yang sangat tinggi. Menunjukkan bahwa inovasi ini sudah dijalankan minimal selama dua tahun dan inovasi ini terukur dampak manfaat nyata bagi masyarakat kita,”tegasnya.
Capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan setiap inovasi terus berkembang, relevan dengan kebutuhan warga, dan memberikan hasil yang dapat dirasakan secara langsung.
Konsistensi pengembangan inovasi turut mengantarkan Kota Mojokerto meraih predikat kota terinovatif se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri selama empat tahun berturut-turut, sejak 2022. Sedangkan prestasi tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot Mojokerto untuk mempertahankan kualitas inovasi sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Ning Ita mengajak masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima layanan pemerintah, tetapi juga ikut berkontribusi melalui gagasan yang mampu menyederhanakan prosedur, meningkatkan aksesibilitas, dan menjawab kebutuhan publik.
Menrut Ning Ita melalui Mojo City Innovation Expo 2026, pemerintah berharap pertukaran gagasan dapat mendorong lahirnya inovasi yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.
Selain menampilkan inovasi dari perangkat daerah Kota Mojokerto, kegiatan ini juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur serta sejumlah pemerintah daerah, yakni Kabupaten Sampang, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Mojokerto. (*)







