banner 400x130

Gubernur Khofifah Dorong Sinergi Keamanan untuk Investasi Jawa Timur 

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, untuk memperkuat sinergi menjaga stabilitas keamanan, iklim investasi, dan kondusivitas daerah.

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Polda Jatim dalam menciptakan situasi yang aman sekaligus membangun komunikasi konstruktif dengan berbagai elemen masyarakat.

Khofifah mengatakan, kepastian hukum dan stabilitas sosial merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Lingkungan usaha yang aman dan didukung penegakan hukum yang konsisten dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis serta memperluas investasi di Jawa Timur.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian menjadi sangat penting untuk memastikan iklim investasi di Jawa Timur tetap kondusif sehingga dunia usaha berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Khofifah, iklim investasi yang sehat tidak hanya bergantung pada peluang ekonomi dan ketersediaan infrastruktur, tetapi juga kepastian hukum, stabilitas keamanan, serta hubungan harmonis antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Pertumbuhan investasi diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu tujuan investasi strategis nasional. Selain itu, investasi juga diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Khofifah juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah melalui komunikasi terbuka dan berkelanjutan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk buruh dan mahasiswa. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang harus dihormati.

“Kita perlu terus merawat komunikasi, membuka ruang dialog, dan membangun saling pengertian. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi harus kita kelola bersama agar tetap berada dalam koridor hukum serta menjaga suasana yang teduh dan kondusif,” ungkapnya.

Ia menilai pendekatan dialogis dapat membangun kepercayaan sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi ketegangan sosial. Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta menangani setiap persoalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Khofifah berharap sinergi Pemprov Jatim dan Polda Jatim semakin kuat untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, kepastian hukum, perlindungan hak masyarakat, dan keharmonisan sosial.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Intelkam Polda Jatim, PJUN Polda Jatim, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. (min)

Penulis: Fahrizal Arnas