Wamenpora: Tinju Pelajar Jadi Benteng Lawan Tawuran dan Perundungan

JAKARTA, WartaTransparansi.com – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI Taufik Hidayat menegaskan ajang tinju antar pelajar “Arena Selatan” 2026 dapat menjadi wadah positif untuk menekan tawuran, perundungan, dan kenakalan remaja melalui olahraga yang menjunjung disiplin dan sportivitas.

Pernyataan itu disampaikan Taufik saat menghadiri kejuaraan tinju pelajar di GOR Bulungan, Sabtu (16/5) petang. Menurutnya, olahraga menjadi sarana penting untuk membentuk karakter generasi muda di tengah meningkatnya tantangan sosial di kalangan pelajar.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh penyelenggara ‘Arena Selatan’ yang telah menghadirkan ruang positif, aman, dan inspiratif bagi para pelajar untuk berkembang melalui olahraga,” ujar Taufik.

Ia mengatakan, generasi muda harus menunjukkan keberanian melalui prestasi dan disiplin, bukan lewat kekerasan di jalanan maupun aksi perundungan di sekolah.

“Jangan sia-siakan masa muda dengan tawuran, perundungan, narkoba atau hal-hal negatif lainnya yang justru merugikan. Gunakan kekuatan kalian untuk berprestasi dan meraih masa depan,” tegasnya.

Menurut Taufik, masa muda merupakan periode penuh energi dan potensi besar yang harus diarahkan ke kegiatan positif seperti olahraga dan pendidikan. Ia meyakini, ketika anak muda diberi ruang yang baik, maka akan lahir generasi yang tangguh secara fisik sekaligus kuat secara karakter.

Wamenpora juga mengingatkan seluruh peserta dan suporter agar menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia menekankan bahwa persaingan cukup terjadi di dalam ring dan tidak berlanjut di luar arena.

“Kepada seluruh peserta, bertandinglah dengan penuh semangat, hormati lawan, jaga keselamatan dan tunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing secara terhormat tanpa kekerasan di luar arena,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai ajang tinju pelajar tersebut tidak sekadar soal menang atau kalah, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan pengendalian diri bagi generasi muda.

“Jika ingin membangun generasi tangguh, kita perlu mengajarkan mereka agar mampu mengelola emosi dan menyalurkannya secara terhormat,” ujar Bambang. (*)

Penulis: Hidayati firliEditor: Amin