PADANG, Wartatransparansi.com – Kemenangan besar Persebaya Surabaya atas Semen Padang dengan skor 7-0 di Stadion Agus Salim tak hanya menyisakan cerita tentang dominasi di atas lapangan, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang sportivitas, rasa hormat, dan profesionalisme.
Sepanjang pertandingan, Bajul Ijo tampil luar biasa dan sukses menggelontorkan tujuh gol ke gawang tuan rumah. Namun di balik pesta gol tersebut, ada sikap yang mencuri perhatian. Para pemain Persebaya memilih untuk tidak melakukan selebrasi berlebihan setiap kali gol tercipta.
Keputusan itu menjadi bentuk penghormatan kepada Semen Padang yang tengah berada dalam situasi sulit setelah dipastikan terdegradasi ke Liga 2. Di tengah dominasi permainan, para pemain Persebaya tetap menunjukkan empati dan menjaga perasaan lawan.
Sikap itu terasa semakin istimewa karena beberapa pemain sebenarnya memiliki alasan kuat untuk merayakan gol mereka. Salah satunya adalah Bruno Paraiba, striker yang belakangan mengalami paceklik gol. Dalam laga ini, Bruno berhasil bangkit dengan mencetak hattrick. Meski demikian, ia tetap memilih merayakan secukupnya tanpa euforia berlebihan.
Momen menyentuh juga terlihat setelah peluit panjang dibunyikan. Alih-alih langsung berpesta merayakan kemenangan besar, para pemain Persebaya justru menunda selebrasi. Mereka berdiri di tepi lapangan, memberikan penghormatan kepada para suporter serta tim Semen Padang.
Kemenangan ini membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal mencetak gol dan meraih tiga poin. Lebih dari itu, sepak bola juga tentang menjaga nilai-nilai sportivitas, menghormati lawan, dan menunjukkan kelas sebagai sebuah tim besar. (*)






