Turnamen Woodball Piala Gubernur Jatim Open 2026 Jadi Ajang Tingkatkan Prestasi Atlet

Sidoarjo, Wartatransparansi.com – Ketua Pengprov IWbA Jawa Timur, Ali Kuncoro, menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen woodball tingkat nasional bertajuk “Turnamen Woodball Piala Gubernur Open 2026” menjadi bagian dari ikhtiar besar untuk menjaga dan meningkatkan prestasi atlet woodball Jawa Timur.

Menurutnya, Jawa Timur selama ini menjadi barometer perkembangan woodball di Indonesia, baik dari sisi pembinaan maupun prestasi atlet di tingkat nasional hingga internasional.

“Penyelenggaraan ini tentu bagian dari ikhtiar kami, pengurus Woodball Jawa Timur. Bagaimana ini dijadikan momentum untuk menjaga prestasi atlet woodball yang ada di Jawa Timur,” ujar Ali Kuncoro, Jumat. Turnamen woodball dimulai tanggal 13-17 Mei 2026.

Ia menambahkan, prestasi woodball Jawa Timur tidak hanya dikenal di level nasional, tetapi juga telah mendapat pengakuan internasional. Karena itu, pihaknya mengusung tagline “Woodball Jatim Mendunia” sebagai bentuk optimisme terhadap kualitas atlet-atlet daerah.

“Jawa Timur ini adalah barometer, khususnya di cabang woodball. Prestasinya tidak hanya tingkat nasional, tapi juga sudah internasional. Itulah kenapa tagline yang kita gunakan adalah Woodball Jatim Mendunia,” katanya.

Ali mencontohkan capaian atlet Jawa Timur dalam ajang Hong Kong International Tournament Woodball 2026. Dari delapan atlet kontingen Indonesia yang dikirim, tiga atlet berasal dari Jawa Timur dan berhasil menyumbangkan empat medali perak serta satu medali perunggu.

“Dari tiga atlet Jawa Timur yang dikirim, alhamdulillah berhasil mendapatkan empat perak dan satu perunggu. Karena itu prestasi ini harus terus kita rawat,” ungkapnya.

Untuk menjaga konsistensi prestasi tersebut, Pengprov IWbA Jawa Timur berkomitmen memperbanyak event dan turnamen sebagai sarana mengasah kemampuan atlet sekaligus evaluasi performa.

“Kita harus sering mengadakan event atau pertandingan untuk mengasah dan mengukur kemampuan atlet-atlet woodball Jawa Timur,” jelasnya.

Meski dihadapkan pada kondisi efisiensi anggaran, Ali memastikan pihaknya akan terus mencari format pembinaan yang kolaboratif agar regenerasi atlet tetap berjalan dan prestasi dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Memang tidak mudah karena kondisi saat ini efisiensi, tapi kita akan terus berupaya mencari format-format kolaboratif supaya pembinaan atlet tetap terjaga dan prestasi-prestasi premium yang selama ini diraih bisa dipertahankan,” tegasnya.

Turnamen Piala Gubernur Open yang digelar kali ini tercatat diikuti sekitar 400 peserta. Event tersebut menghadirkan peserta dari sembilan provinsi, di antaranya Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, serta melibatkan delapan klub dan 11 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Ali menjelaskan, kejuaraan tersebut memiliki nilai strategis karena masuk dalam pencatatan poin resmi federasi woodball Indonesia. Hasil dari turnamen itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam pemanggilan atlet menuju ajang nasional maupun internasional.

“Event ini ter-record dan memiliki poin dari Woodball Indonesia. Pengaruhnya nanti ketika ada ajang internasional, atlet-atlet yang punya poin dan prestasi berpeluang dipanggil oleh PB Woodball Indonesia,” katanya.

Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi bagian dari sistem promosi dan degradasi atlet di Jawa Timur. Pengprov IWbA Jatim terus melakukan pemetaan kemampuan atlet sekaligus mendorong regenerasi pemain muda.

“Ini juga bagian dari promosi dan degradasi. Kita akan terus memotret kemampuan setiap atlet yang kita miliki, sekaligus memastikan regenerasi berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, optimistis cabang olahraga woodball hampir pasti dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Menurut M. Nabil, Jawa Timur memiliki modal prestasi yang cukup kuat. Pada PON sebelumnya, kontingen woodball Jawa Timur berhasil meraih dua medali perak. Selain itu, dalam ajang CKIM, empat atlet yang dikirim sukses membawa pulang empat medali perak dan dua medali perunggu.

“Woodball hampir pasti dipertandingkan di PON. Kita sudah punya catatan prestasi dari PON kemarin dengan dua medali perak. Kemudian di CKIM, empat atlet kita juga berhasil meraih empat perak dan dua perunggu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pengprov IWbA Jawa Timur yang aktif menggelar berbagai event sebagai upaya meningkatkan kualitas dan jam terbang atlet.

“Saya mengapresiasi rencana untuk sering mengadakan event. Karena semakin sering ada kejuaraan, maka peluang atlet untuk berprestasi juga semakin besar,” kata M. Nabil.

Dalam waktu dekat, KONI Jawa Timur bersama Pengprov IWbA akan melakukan evaluasi bertahap terhadap 14 nomor pertandingan yang dipersiapkan menuju PON. Evaluasi tersebut mencakup kesiapan atlet, peluang medali, hingga target prestasi emas dan perak.

Ke depan, sinergi antara KONI Jawa Timur dan Pengprov IWbA diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama woodball nasional sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi di level dunia. (*)

Penulis: Fahrizal Arnas