KEDIRI WartaTransparansi.com – Ratusan anak yatim piatu, janda, dan kaum duafa di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, menerima santunan dalam peringatan bulan Muharam 1448 Hijriah atau tahun baru Islam yang digelar tokoh masyarakat setempat, H. Pujianto.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Adam Mukti Group itu menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu.
Ratusan penerima manfaat tampak memadati lokasi kegiatan yang digelar di halaman kediaman H. Pujianto. Selain mendapatkan paket sembako, anak-anak yatim juga menerima santunan berupa uang pembinaan yang diharapkan dapat membantu kebutuhan pendidikan mereka.
Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus perwakilan H. Pujianto, Nur Ahmad, mengatakan kegiatan santunan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya pada momentum Tahun Baru Islam.
“Kegiatan kali ini untuk bulan Muharam, kita menyantuni anak yatim, piatu, duafa. Duafa terdiri dari janda, terdiri dari duda, dan fakir miskin,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Kamis 25 Juni 2026
Menurut Ahmad, bantuan yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Selain paket kebutuhan pokok, panitia juga menyiapkan santunan khusus bagi anak yatim.
“Ya nanti beras atau sembako, sama nanti ada yang yatim itu untuk uang pembinaan,” jelasnya.
Pria yang juga menjabat Ketua Ranting NU Desa Jabon itu menuturkan kegiatan sosial tersebut telah menjadi komitmen H. Pujianto selama bertahun-tahun. Setiap tahun, santunan digelar secara rutin dalam dua momentum besar keagamaan.
“Agenda yang di gelar rutin, Ramadan, dan Muharam,” ungkapnya.
Kegiatan itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu penerima bantuan, Samini, warga Dusun Jabon Tengah, mengaku sudah berkali-kali menerima bantuan sembako dari H. Pujianto. Bahkan, ia mengaku tak lagi mengingat jumlah bantuan yang pernah diterimanya karena program tersebut berlangsung secara konsisten setiap tahun.
“Sudah berulang kali sampai lupa, karena saking seringnya mendapat bantuan,” ujar Samini.
Bagi perempuan yang kini menjadi orang tua tunggal itu, bantuan sembako memiliki arti penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Sejak ditinggal wafat suami, ia harus menghidupi keluarga bersama anaknya.
Sebagai bentuk rasa syukur, Samini turut menyampaikan doa untuk H. Pujianto yang selama ini dinilainya tidak pernah berhenti membantu warga kurang mampu.
“Untuk Pak Pujianto, saya mendoakan semoga beliau selalu diberikan kesehatan, panjang umur, dilancarkan rezekinya, dan senantiasa diberikan keselamatan,” ungkapnya.
Rasa haru juga dirasakan Saskia Evita Shakira, 12, warga Desa Jabon yang menjadi salah satu penerima bantuan. Anak kedua dari tiga bersaudara itu baru kehilangan ibunya pada bulan ini. Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti keluarganya, bantuan yang diterima menjadi penyemangat untuk tetap menatap masa depan.
Saskia mengaku baru pertama kali menerima bantuan dari H. Pujianto. Ia berencana memanfaatkan bantuan tersebut untuk menunjang kebutuhan sekolah menjelang tahun ajaran baru.
“Baru kali ini mendapatkan bantuan [dari Pak Haji]. Nanti rencananya sembako ini mau digunakan untuk membeli peralatan sekolah,” tutur Saskia.
Meski masih berusia 12 tahun, Saskia menunjukkan ketegaran. Ia berharap kebaikan yang diterimanya dapat menjadi amal yang membawa keberkahan bagi sang dermawan.
“Semoga pcak Haji Pujianto.red] rezekinya tambah berlimpah dan terus diperbanyak rezekinya,” ucapnya.
Melalui kegiatan santunan Muharam tersebut, H. Pujianto bersama Adam Mukti Group berharap kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, bantuan bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu diharapkan mampu meringankan beban sekaligus menumbuhkan optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.(*)







