banner 400x130
Kediri  

Mbak Wali: Jangan Tunggu Konflik Membesar, Kewaspadaan Dini Harus Diperkuat

Mbak Wali dan Forkopimda mengikuti Dialog Kebangsaan di Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Forkopimda dan sejumlah elemen masyarakat mengikuti Dialog Kebangsaan di Ruang Joyoboyo, Kota Kediri.(Foto: istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Kota Kediri memasuki Agustus dengan pekerjaan rumah yang tidak kasatmata. Bukan soal pembangunan jalan atau gedung, melainkan menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi pertikaian.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meminta seluruh elemen masyarakat memperkuat kewaspadaan dini terhadap hoaks, intoleransi, konflik sosial hingga gangguan di ruang digital.

Pesan itu disampaikan Vinanda dalam Dialog Kebangsaan antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat Kota Kediri di Ruang Joyoboyo, Selasa, 11 Agustus 2026. Dialog mengangkat tema Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital.

Mbak Wali, sapaan Vinanda, mengatakan hoaks menjadi salah satu hal yang berpotensi menggerus persatuan di tengah derasnya arus informasi digital. Informasi yang beredar belum tentu benar, tetapi dapat telanjur dipercaya dan disebarkan.

Ancaman berikutnya adalah intoleransi. Perbedaan pandangan, latar belakang, maupun kelompok, menurut dia, tidak semestinya menjadi alasan untuk bermusuhan.

“Saya percaya dalam membangun daerah tidak bisa hanya dilaksanakan pemerintah. Kita butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya dukungan semua pihak saya yakin Kota Kediri menjadi lebih rukun, aman dan maju,” ungkapnya.

Menurut Vinanda, kewaspadaan dini tidak cukup hanya berbicara mengenai keamanan. Pemerintah perlu membaca perubahan sosial, ekonomi, politik, budaya, termasuk dinamika yang terjadi di ruang digital.

Ia mengatakan pemerintah daerah memiliki tim kewaspadaan dini. Selain itu, terdapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat atau FKDM yang menjadi bagian penting dalam membaca potensi persoalan di tengah masyarakat.

“Di daerah, tugas ini tidak berdiri sendiri. Ada tim kewaspadaan dini pemerintah daerah dan ada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat atau FKDM. Prinsip dasarnya sederhana lebih baik kita mengetahui potensi masalah lebih awal daripada menangani masalah setelah berkembang menjadi konflik,” ujarnya.

Vinanda menyebut pemantauan hingga akhir Juli menunjukkan sejumlah indikator peningkatan eskalasi. Di antaranya penyampaian aspirasi masyarakat, potensi konflik sosial, gangguan di ruang siber, serta dinamika keamanan nasional.

Memasuki Agustus, berbagai persoalan itu berpotensi saling berkelindan. Persoalan sosial dapat bersinggungan dengan politik. Masalah ekonomi dapat memantik keresahan sosial. Di tengah kondisi tersebut, ruang digital bisa menjadi pengeras suara yang mempercepat penyebaran informasi.

Momentum Agustus juga memiliki sejumlah agenda nasional, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan agenda kenegaraan lainnya. Karena itu, Vinanda meminta langkah antisipasi dilakukan sebelum potensi persoalan berkembang.

“Karena itu kita membutuhkan langkah antisipasi yang komprehensif. Prinsipnya adalah mencegah eskalasi sebelum menjadi gangguan nyata. Jangan menunggu situasi menjadi besar baru kita bergerak,” jelasnya.

Ia mendorong penguatan pencegahan di lingkungan pendidikan, kontra-narasi di ruang digital, serta pendekatan kolaboratif dengan mahasiswa.

“Kewaspadaan dini bukan berarti kita hidup dalam kekhawatiran. Justru merupakan cara kita memastikan masyarakat tetap aman dan tenang. Karena itu, yang kita butuhkan bukan hanya kemampuan membaca potensi masalah, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, dan menghadirkan solusi sebelum persoalan berkembang menjadi konflik,” pungkas wali kota termuda ini.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan keamanan Kota Kediri membutuhkan koordinasi seluruh elemen, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kita perlu lebih sering melaksanakan forum-forum komunikasi dan dialog seperti yang digagas Mbak Wali Kota Kediri. Jadi saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan membangun Kota Kediri bersama-sama. Sehingga Kota Kediri ini nyaman untuk ditinggali oleh siapapun,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus juga meminta masyarakat bersama-sama merawat keberagaman. Ia menyebut Kota Kediri sebagai rumah bersama yang harus dijaga.

“Rumah kita adalah Kota Kediri dimana ini harus kita jaga. Kita harus sama-sama membina anak-anak kita agar Kota Kediri tentram dan tenang,” tegasnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan