banner 400x130

Karhutla Bromo Masih Menyala, Menko PMK dan BNPB Perintahkan Optimalkan Seluruh Kekuatan

Probolinggo, WartaTransparansi.com – Semakin meluasnya area kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo hingga saat ini menjadi perhatian serius Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno.

Dengan didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto, Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan dan sejumlah pejabat di lingkungan BNPB, Menko PMK Pratikno melakukan kunjungan ke lokasi kejadian Karhutla Gunung Bromo, Selasa (11/8/2026).

Menyambut langsung kunjungan ini, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, dan Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza RR Sastranegara.

Sebelum ke lokasi kejadian, Menko PMK bersama rombongan terlebih dahulu melakukan pertemuan di Posko Karhutla Korem 083/Baladika Jaya.

Hadir juga di posko tersebut, Danrem 083/BJ Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, Bupati Probolinggo Moh. Haris dan jajaran Forkopimda setempat. Termasuk juga, Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan dan Kalaksa BPBD Kabupaten Malang.

Dalam pertemuan itu dilaporkan, bahwa luas area terbakar di kawasan Bromo saat ini telah mencapai ± 899,38 hektar.

Upaya pemadaman juga telah terus dilakukan, mulai dari penanganan darat dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran dan cara manual hingga penanganan udara dengan cara water bombing melalui tiga armada helikopter, yakni, PK-DAP, PK-DBM dan PK-DAN.

Dari sebanyak 34 titik api yang muncul sejak awal kejadian, saat ini masih ada 2 titik api yang harus dipadamkan. Yakni, di area Dingklik dan di wilayah P30.

Merespon progres tersebut, Menko Pratikno menyampaikan terimakasih atas berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh BNPB, Pemprov Jatim, TNI, Polri dan berbagai relawan dari masyarakat.

Namun, ia meminta peran daerah bisa semakin ditingkatkan, baik pemerintah provinsi, kabupaten dan utamanya keterlibatan TNI dengan personel dan segala peralatannya.

“Saya kira koor-nya itu di daerah. Karena BNPB ini banyak sekali yang ditangani. Saya minta Pak Sekda dengan segenap jajarannya dan TNI untuk memaksimalkan perannya dalam penanganan ini,” ujarnya.

Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto juga berharap agar BPBD Jatim dan berbagai elemen yang terlibat dalam penanganan Karhutla Bromo ini lebih optimal lagi dalam menuntaskan pemadaman api.

Ia meminta agar Pemprov Jatim bersama TNI membuat strategi yang lebih efektif agar proses pemadaman bisa segera terselesaikan.

“Sebab helikopter yang dipakai di Bromo ini juga ditunggu di tempat lain. Karena kejadian Karhutla tidak hanya di Bromo,” pesannya.

Sementara, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono memastikan pihaknya dan segenap elemen yang terlibat akan mencari strategi yang lebih efektif dalam penanganan Karhutla Bromo ini.

“Hari ini sudah memasuki hari ke-8 dari kejadian awal pada Senin lalu. Paling tidak, hari Jumat sudah harus ada hasilnyang signifikan,” tegasnya meyakinkan.

Ia juga memastikan komitmen segenap komponen untuk segera menuntaskan penanganan Karhutla Bromo. Sebab, berdasar pengalaman tahun 2023, setelah kejadian ini, BPBD akan melakukan rehabilitasi terhadap pipa-pipa air yang terbakar.

“Termasuk mengembalikan aktivitas wisata karena komunitas jep di Bromo ini tentu terkendala selama penutupan ini,” tegasnya.

Berdasar data Pusdalop BPBD Jatim, pada hari ini, Selasa (11/8) aksi water bombing yang dilakukan 3 helikopter telah mencapai 15 Rit dengan air yang dicurahkan mencapai 37.000 liter.

“Cuaca yang kurang mendukung, berkabut dan kepulan asap yang cukup tebal yang menjadi kendala operasi water bombing, sehingga mempengaruhi visibilitas helikopter dalam melakukan aksinya,” ujar Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto.

Ia juga menyampaikan, selain TNBTS, BPBD Jatim dan sejumlah relawan, saat ini berbagai daerah juga telah berpartisipasi terlibat dalam aksi pemadaman Karhutla Bromo, di antaranya, Damkar Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Lumajang, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo dan BPBD Kabupaten Pasuruan. (*)

Penulis: Amin Istighfarin