JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengajak dunia usaha dan Danantara memperkuat sinergi investasi dengan pemerintah guna mengejar target pertumbuhan investasi sebesar 7 persen pada 2027. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mendongkrak dan menopang target pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 6 persen.
Ajakan tersebut disampaikan Menkeu saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia 2026 yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta.
Menkeu menjelaskan bahwa APBN menyumbang sekitar 15 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Oleh karena itu, percepatan ekonomi nasional sangat bergantung pada pergerakan konsumsi masyarakat, ekspor, serta investasi dari sektor swasta.
”Investasi memang harus tumbuh 7% tahun depan. Bapak dan Ibu para anggota KADIN memegang peranan penting untuk menumbuhkan investasi ini, karena investasi itu yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Menkeu.
Dalam skema pendorong ekonomi, APBN bertindak sebagai instrumen fiskal untuk menjaga daya beli, membangun infrastruktur, memperkuat sumber daya manusia, serta memberikan insentif fiskal. Sementara itu, Danantara hadir sebagai katalis investasi yang bertugas memobilisasi modal strategis dan mendorong keterlibatan swasta. Menurut Menkeu, kombinasi APBN dan Danantara merupakan dua instrumen yang saling melengkapi untuk membuka peluang usaha.
Selain mendorong investasi skala besar, pemerintah juga memberi perhatian khusus pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor ini mencakup 99 persen unit usaha di Indonesia, berkontribusi 60 persen terhadap PDB, dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Dukungan pemerintah diberikan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), insentif pajak, pembiayaan ultra mikro, bantuan produktif, hingga penjaminan ekspor.
Untuk memastikan peluang investasi terealisasi secara optimal, pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem usaha yang kondusif. Hal ini diwujudkan melalui kemudahan berusaha, kepastian regulasi, ketersediaan modal kerja dan likuiditas, biaya pendanaan yang kompetitif, serta pasar domestik yang terjaga.
Menkeu menegaskan bahwa Kementerian Keuangan akan terus mengawal APBN sebagai instrumen yang mendorong pertumbuhan dan menjaga kepastian ekonomi.
”Danantara dan dunia usaha akan menerjemahkannya menjadi investasi, produksi, lapangan kerja, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Inilah sinergi kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan serta menjaga stabilitas ekonomi,” pungkasnya. (din/ais)







