banner 400x130
Ekbis  

Menperin Bidik Utilisasi Industri Manufaktur Capai 85 Persen

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji

JAKARTA – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menargetkan tingkat utilisasi industri manufaktur mencapai 80–85% untuk meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap perekonomian nasional tanpa bergantung pada investasi maupun pembangunan pabrik baru.

Target tersebut didorong menyusul tingkat utilisasi Industri Pengolahan Non-Migas (IPNM) yang masih berada di angka 66,13% pada Februari 2026. Pemerintah menilai peningkatan pemanfaatan kapasitas produksi yang sudah tersedia dapat menjadi langkah cepat untuk memperkuat kinerja industri nasional.

“Syukur-syukur bisa 80 persen atau 85 persen. Artinya, dengan kapasitas terpasang yang ada, kita tidak perlu ada tambahan investasi atau datangnya industri baru,” kata Sarmuji dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Namun, Sarmuji mengakui peningkatan utilisasi industri menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan dan harga bahan baku. Persoalan tersebut membutuhkan koordinasi lintas kementerian karena sebagian penyelesaiannya berada di luar kewenangan Kementerian Perindustrian.

Salah satu persoalan yang disampaikan pelaku usaha adalah kekurangan 15.000 ton gula rafinasi yang dikhawatirkan dapat menghentikan operasional pabrik hingga akhir tahun. Menanggapi hal tersebut, Kemenperin berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan kecukupan pasokan.

Selain itu, industri bihun menghadapi tingginya harga beras pecah sebagai bahan baku. Harga internasional berkisar Rp5.700–Rp6.000 per kilogram, sedangkan harga domestik mencapai Rp11.000 per kilogram.

Untuk mengatasi disparitas tersebut, Sarmuji mengusulkan agar industri dapat menyerap pasokan beras dari gudang Bulog ketika persediaan melimpah dan harga mengalami penyesuaian.

Menurutnya, penyelesaian persoalan bahan baku menjadi kunci meningkatkan utilisasi industri sekaligus membuka peluang ekspansi usaha.

“Dengan memecahkan hal-hal tadi, utilisasi sektor industri kita akan meningkat, mudah-mudahan bisa pada level 80 atau 85%,” pungkasnya. (*)