Blitar  

Kreatif! Warga Blitar ini Olah Sampah Anorganik Jadi Produk Kerajinan Bernilai Estetik

Ahmad Redam Sanalis saat memperlihatkan hasil karyanya

BLITAR, WartaTransparansi.com – Pria di Blitar ini ubah sampah anorganik menjadi pernak-pernik dengan teknik resin art bernilai bernilai ekonomi tinggi.

Ahmad Redam Sunalis pemilik Rumah Daur Ulang Petruk Punokawan yang beralamatkan di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ubah sampah kaca menjadi gantungan kunci dengan bentuk yang sangat estetik.

Bisnis kerajinan dari sampah ini ditekuninya sejak ia menjadi petugas pemungut sampah rumah tangga yang ada di desanya sejak beberapa tahun lalu.

Salah satu karyanya diantaranya adalah, produk batako dari sisa bakaran sampah, lambang Garuda Pancasila dari bekas popok bayi dan yang lagi ngetren sekarang adalah gantungan kunci dari bekas kaca.

Saat di temui di rumahnya, Sunalis menceritakan tentang teknik cara membuat gantungan kunci berbentu lambang candi Penataran dari pecahan kaca yang sangat estetik dan sangat digemari oleh masyarakat.

“Pertama pecahan kaca dibersihkan lalu dihaluskan dan diayak biar halus. Selanjutnya dibentuk di dalam cetakan silikon dan dikunci menggunakan resin dengan pewarna sesuai dengan selera,” jelasnya, Kamis (21/05/2026).

Selanjutnya menunggu 15 menit untuk pengeringan, kalau sudah kering dibuka dari cetakannya lalu dihaluskan bagian tepinya dengan amplas halus. Lubangi bagian atas resin menggunakan bor mini atau paku yang dipanaskan pasang eye screw (baut mata), lalu kaitkan rantai gantungan kunci.

“Yang menjadikan kerajinan ini unik adalah jika kena sinar matahari atau lampu gantungan kunci ini berkilauan dan bisa berubah-ubah warna sesuai dengan pantulan cahaya,” tuturnya.

Saat ditanya tentang pemasaran tentang produk kerajinanya ini ia menjelaskan, untuk saat ini pemasarannya lewat media sosial seperti, Instagram, Tik Tok dan Facebook.

“Saya berharap,kerajinan gantungan kunci berbentuk Candi Penataran ini bisa dibeli oleh wisatawan yang datang berkunjung ke Blitar buat oleh-oleh,” kata Sunalis.

Lanjutnya, hitung-hitung sambil mengenalkan bahwa Blitar terkenal akan warisan budaya sebagai bentuk identitas historis yaitu Candi Penataran, candi termegah di Jawa Timur.

Sunalis yang saat ini bekerja di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar siap menerima berbagai pesanan kerajinan dari olahan sampah dan bisa menghubungi kontaknya di 085334000312. (*)

Penulis: Sumartono