Blitar  

Sempat Diwarnai Trik dan Intrik, Akhirnya Samanhudi Anwar Terpilih Menjadi Ketua KONI Kota Blitar

Samanhudi Anwar Ketua KONI Kota Blitar terpilih

BLITAR, WartaTransparansi.com – Setelah melalui berbagai trik dan intrik menjelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar, akhirnya Samanhudi Anwar terpilih menjadi Ketua KONI Kota Blitar.

Dari 37 cabor yang ada di KONI Kota Blitar, Tony Andreas memperoleh suara 15, sedangkan Samanhudi Anwar memperoleh 22 suara.

Kepada awak media saat diwawancarai Samanhudi Anwar mengatakan, dirinya tidak memiliki ambisi pribadi untuk menduduki jabatan tersebut.

Pihaknya mengaku maju sebagai Ketua KONI

karena dorongan kuat dari cabang-cabang olahraga (cabor) yang menginginkan kepemimpinan KONI dipegang putra daerah.

“Aspirasi tersebut muncul sebagai bentuk keinginan agar organisasi olahraga dapat dikelola secara mandiri tanpa intervensi berlebihan dari pemerintah daerah,” jelasnya, Selasa (19/05/2026).

Akan tetapi dia menyayangkan adanya kesan campur tangan dalam proses pemilihan yang seharusnya menjadi ranah internal insan olahraga.

Samanhudi menyebut dia tidak ingin menjadi Ketua KONI, namun karena desakan teman-teman cabor yang menginginkan putra daerah memimpin, akhirnya maju.

“Jangan sampai kita merasa tidak memiliki SDM berkualitas hingga harus mengadopsi dari luar daerah. Dan saya siap mundur apabila terdapat calon dari luar daerah yang dinilai lebih tepat untuk memimpin,” tegasnya.

Lanjutnya, yang terpenting adalah menjaga marwah organisasi serta memastikan proses berjalan demokratis dan sesuai aturan. Samanhudi juga menekankan bahwa pemilihan Ketua KONI tidak boleh diwarnai kepentingan politik praktis.

“Dinamika yang terjadi belakangan menyerupai suasana pemilihan kepala daerah, sesuatu yang seharusnya tidak terjadi dalam organisasi olahraga. KONI harus bersih dari politik,”

Ia menambahkan, pemerintah cukup membina dan memberikan dukungan anggaran. Biarkan insan olahraga menentukan sendiri pemimpinnya sendiri.

Mantan Wali Kota Blitar itu memastikan proses pencalonannya tidak melanggar AD/ART maupun regulasi Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sebagai pelaku yang memahami aspek hukum, ia menilai semua tahapan telah sesuai ketentuan.

Pihaknya juga menyoroti pentingnya sinergi tiga pilar dalam memajukan olahraga daerah, yakni masyarakat atau pelaku olahraga, legislatif, serta pemerintah daerah. Ketiganya dinilai harus berjalan seiring tanpa saling mengancam atau menekan, khususnya dalam hal dukungan pendanaan.

“Tidak boleh ada ancaman soal dana jika hasil pemilihan tidak sesuai keinginan pihak tertentu. Penganggaran tidak bisa ditentukan sepihak, karena melibatkan DPRD dan pemerintah provinsi,” urainya.

Ia menilai potensi olahraga Kota Blitar sangat besar, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Ia mengajak semua pihak, termasuk media, untuk bersama-sama mendukung pembinaan atlet dan pengembangan prestasi.

“Semua harus bersinergi antara KONI, pemerintah, legislatif, masyarakat dan media harus bekerja sama demi kemajuan olahraga Kota Blitar,” pungkas Samanhudi Anwar. (*)

Penulis: Sumartono