Penuhi Keterwakilan Perempuan Di Legislatif, Golkar Jatim Siapkan 50% Caleg Perempuan

Ketua DPD Golkar Jatim Ali Mufthi pada Rakornis KPPG Jatim, Rabu (29/4/2026)

SURABAYA, Wartatransparansi com – Upaya meningkatkan keterwakilan perempuan di dunia politik kembali ditegaskan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar (DPD PG) Jawa Timur. Melalui momentum Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Jawa Timur, partai berlambang pohon beringin ini menargetkan minimal 30 persen keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dan DPR RI.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan bahwa target tersebut bukan sekadar angka normatif, melainkan bagian dari strategi besar penguatan peran perempuan dalam politik. Bahkan, ia menyebut komposisi calon legislatif ke depan idealnya bisa mencapai 50 persen perempuan, sejalan dengan realitas demografis yang menunjukkan jumlah perempuan lebih besar dibanding laki-laki.

Pernyataan itu disampaikan Ali Mufthi di sela kegiatan Rakornis KPPG Jawa Timur, Rabu (29/4/2026), yang menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi internal partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, khususnya Pemilu 2029.

Menurutnya, Rakornis memiliki posisi penting sebagai jembatan antara kebijakan strategis yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan implementasi teknis di lapangan. Oleh karena itu, ia menekankan agar forum tersebut mampu melahirkan langkah konkret, terutama dalam memperkuat sistem kaderisasi dan kesiapan organisasi.

“Rakornis ini adalah panduan teknis dari hasil Rakerda sebelumnya. Kita harus jelas apa yang ingin diproduksi dari forum ini, terutama dalam memperkuat kaderisasi dan kesiapan organisasi,” ujarnya.

Ali Mufthi juga menyoroti peran strategis KPPG sebagai garda terdepan dalam mencetak kader perempuan yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa perempuan di Partai Golkar tidak boleh hanya menjadi pelengkap administratif dalam daftar calon legislatif, melainkan harus benar-benar dipersiapkan sebagai kandidat yang kompetitif dan siap bertarung.

Untuk itu, ia mendorong agar proses rekrutmen dan pembinaan kader dilakukan secara sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini dinilai penting guna memastikan ketersediaan sumber daya politik perempuan yang matang sejak dini.

“Jangan sampai mendekati waktu pencalonan kita tidak siap, lalu asal mengambil kandidat. Ini soal manajemen organisasi yang harus kita tata dengan baik mulai sekarang,” tegasnya.

Dalam konteks target politik yang lebih luas, Ali Mufthi mengungkapkan bahwa Partai Golkar Jawa Timur menargetkan penambahan sekitar 150 kursi legislatif di tingkat kabupaten/kota. Target tersebut merupakan komitmen bersama para ketua DPD kabupaten/kota yang harus dikawal dengan kerja nyata dan konsolidasi berkelanjutan.

Ia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, partai akan terus melakukan penguatan struktur melalui berbagai agenda strategis, mulai dari rakornis bidang kaderisasi, organisasi, hingga pemenangan. Bahkan, seluruh struktur organisasi ditargetkan sudah berada dalam kondisi siap menghadapi tahapan politik pada Juli 2026.

“Kita ingin memastikan saat tahapan politik dimulai, kita sudah siap sepenuhnya. Tidak ada lagi keteteran, semua sudah terorganisir dengan baik,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi dinamika sistem politik nasional yang terus berkembang, termasuk kemungkinan adanya perubahan dalam mekanisme pemilihan kepala daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut Partai Golkar untuk semakin memperkuat posisi di parlemen sebagai basis kekuatan politik.

Menutup sambutannya, Ali Mufthi mengajak seluruh kader, khususnya kader perempuan, untuk menjaga soliditas organisasi dan konsistensi dalam menjalankan setiap program yang telah direncanakan. “Kalau kita solid dan bekerja maksimal, saya yakin hasilnya juga akan maksimal,” pungkasnya.

(Amin Istighfarin)