BLITAR, WartaTransparansi.com – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang jatuh pada Hari Rabu Pon Tanggal 17 Juni 2026 sesuai edaran PBNU melalui Lembaga Falakiyah NU harus menjadi sarana introspeksi dan evaluasi diri bagi seluruh elemen masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Hj. Ratna Dewi Nirwana Sari, S.S,S.H.,M.Kn saat memaknai pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Legislator Gerindra itu menyebut, tahun baru Islam adalah momentum penting untuk melakukan muhasabah atau evaluasi terhadap seluruh aktivitas yang telah dilakukan selama setahun terakhir.
Selalu introspeksi untuk mengevaluasi niat, sikap dan perbuatan yang telah kita perbuat selama ini, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dalam menyambut Tahun Baru Hijriah kita jadikan sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri apakah perbuatan kita selama ini sudah baik atau lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Ratna Dewi, Selasa (16/06/2026).
Mantan Presenter tersebut menyebut, selain mengevaluasi diri sendiri, sebagai wakil rakyat kita harus bertanya kepada diri sendiri, apakah kerja-kerja yang dilakukan selama ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan apakah pembangunan yang dijalankan sudah memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Perlu diingat! seluruh pejabat negara, baik di lingkungan eksekutif, legislatif maupun yudikatif memiliki tanggung jawab besar yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada publik. Sebab perbuatan kita nanti akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT di akhirat nanti,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar.
Ratna Dewi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperbaiki kualitas pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab secara jujur, amanah, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Saya berharap, Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah jadi pengingat bahwa jabatan bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Kita harus membawa perubahan sosial dan melayani kepentingan masyarakat luas,” pungkas Ratna Dewi Nirwana Sari. (*)







