banner 400x130
Blitar  

Kepala Desa di Blitar ini Bantah Pembangunan KDMP Korbankan Fasilitas Sekolah

Musdes Desa Tlogo

BLITAR, WartaTransparansi.com – Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dilakukan dengan mengorbankan fasilitas sekolah yang berada di Desa Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar di bantah Kepala Desa Tlogo, Samuji.

Ia menegaskan, bangunan yang dibongkar bukan ruang belajar aktif, melainkan bangunan eks SDN Tlogo 01 yang telah lama tidak difungsikan dan telah resmi menjadi aset Pemerintah Desa Tlogo melalui mekanisme hibah dari Pemerintah Kabupaten Blitar.

Menurut Samuji, legalitas pengalihan aset tersebut diperkuat dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Nomor B/028/356/409.6.5/2026 dan Nomor 140/537/409.31.6/2026 yang ditandatangani pada 24 April 2026. Dokumen itu ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, selaku pemberi hibah, dan Samuji sebagai penerima hibah.

Dalam NPHD tersebut disebutkan bahwa bangunan eks SDN Tlogo 01 dihibahkan kepada Pemerintah Desa Tlogo untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

“Bangunan tersebut merupakan aset hibah dari Pemerintah Kabupaten Blitar kepada Pemerintah Desa Tlogo dan diperuntukkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Samuji, saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (20/7/2026).

Selain NPHD, proses pengalihan aset juga dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Daerah Nomor B/028/357/409.6.5/2026 dan Nomor 140/538/409.3.1.6/2026 yang ditandatangani pada tanggal yang sama. Berita acara itu mencatat penyerahan tiga bangunan eks SDN Tlogo 01 kepada Pemerintah Desa Tlogo, terdiri atas dua gedung permanen dan satu bangunan perpustakaan permanen.

Dengan ditandatanganinya dokumen hibah tersebut, kata Samuji, seluruh hak pengelolaan dan tanggung jawab atas bangunan beralih kepada Pemerintah Desa Tlogo sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seluruh proses telah dilakukan sesuai mekanisme hibah dan administrasi yang berlaku, sehingga pembangunan koperasi dilaksanakan di atas aset yang sah milik Pemerintah Desa Tlogo,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat memperoleh informasi secara utuh agar tidak muncul kesalahpahaman mengenai status bangunan yang digunakan untuk pembangunan koperasi.

Berawal dari Musdesus

Samuji menjelaskan, pembangunan KDMP telah melalui serangkaian tahapan yang melibatkan pemerintah desa, unsur Forkopimcam, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, hingga warga.

Tahapan pertama diawali dengan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada 18 November 2025 yang membahas penetapan lokasi pembangunan KDMP. Dalam forum tersebut disepakati lokasi pembangunan berada di eks UPTD Kecamatan Kanigoro, tepatnya di depan sisi barat bangunan eks SDN Tlogo 01.

Musdesus dihadiri oleh Forkopimcam Kanigoro, Kepala Desa beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD Desa Tlogo, tokoh masyarakat, serta warga Desa Tlogo. Hasil musyawarah menetapkan lokasi tersebut sebagai tempat pembangunan KDMP.

Selanjutnya, pada 23 Januari 2026, masyarakat Desa Tlogo secara gotong royong membongkar bangunan eks UPTD Kecamatan Kanigoro setelah dipastikan bangunan tersebut bukan merupakan aset Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Sempat Timbulkan Perbedaan Pendapat

Meski demikian, dalam proses persiapan pembangunan sempat muncul perbedaan pandangan antara sebagian masyarakat dengan pihak sekolah dan sejumlah wali murid.

Perbedaan itu muncul karena pembangunan KDMP memerlukan pemanfaatan tiga ruangan di bangunan eks SDN Tlogo 01 yang saat itu digunakan sebagai ruang kepala sekolah, ruang guru, dan perpustakaan oleh SDN Tlogo 2.

Untuk memastikan kepastian hukum atas bangunan tersebut, Pemerintah Desa Tlogo kemudian mengajukan permohonan hibah kepada Pemerintah Kabupaten Blitar. Permohonan itu kemudian disetujui dan dituangkan dalam dokumen hibah yang ditandatangani pada 24 April 2026.

Pembangunan KDMP sendiri mulai dilaksanakan pada 23 April 2026. Hingga kini, progres pembangunan diperkirakan telah mencapai sekitar 70 persen.

Ada Pihak yang Menolak dan Mendukung

Samuji juga mengakui bahwa sejak awal terdapat perbedaan sikap terkait lokasi pembangunan KDMP.

Pihak yang menyatakan keberatan antara lain Rohman dari LBH Karta Negara, Camat Kanigoro, Kepala SDN Tlogo 2, Ketua Komite SDN Tlogo 2 yang juga menjabat Ketua BPD Desa Tlogo, serta sejumlah wali murid.

“Di sisi lain, Pemerintah Desa Tlogo, perangkat desa, dan sebagian besar masyarakat Desa Tlogo mendukung pembangunan koperasi tersebut berdasarkan hasil Musyawarah Desa Khusus,” pungkas Kades Samuji.

Sebagai informasi, SDN Tlogo 2 merupakan sekolah hasil penggabungan (merger) SDN Tlogo 1, SDN Tlogo 2, dan SDN Tlogo 3. Menurut Pemerintah Desa Tlogo, pembangunan KDMP dilakukan di atas aset yang telah sah menjadi milik desa melalui mekanisme hibah dari Pemerintah Kabupaten Blitar. (*)

Penulis: Sumartono