SURABAYA — Persiapan Kota Surabaya sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X 2027 memasuki tahap pemetaan venue pertandingan. Pengurus Besar (PB) Porprov Jatim melakukan pengecekan terhadap sejumlah fasilitas olahraga yang dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi setiap fasilitas yang berpotensi digunakan sebagai lokasi pertandingan. Selain menilai kelayakan venue, pengecekan juga menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pembenahan dan fasilitas pendukung.
Peninjauan berlangsung selama dua hari. Tim PB Porprov menyambangi sejumlah lokasi olahraga, mulai dari kompleks Stadion Gelora Bung Tomo, Stadion Gelora 10 November, Gelanggang Remaja, kompleks Gelora Pancasila hingga sejumlah fasilitas olahraga lainnya.
Venue yang turut menjadi sasaran pengecekan antara lain THP Kenjeran, Taman Asreboyo, Waduk Kedurus, Bozem Morokrembangan, Skate and BMX Park, Lapangan Hoki dan Bisbol Dharmawangsa, serta Lapangan Keputih.
Ketua PB Porprov X Jatim 2027, M. Ali Affandi, menilai sebagian besar fasilitas olahraga milik Pemkot Surabaya sudah memiliki kondisi yang cukup baik. Namun, sejumlah venue tetap membutuhkan sentuhan perbaikan agar benar-benar siap digunakan saat kompetisi berlangsung.
“Kalau fasilitas yang dimiliki Pemkot Surabaya pada dasarnya sudah cukup bagus, tinggal sedikit pembenahan saja,” kata Andi.
Ia menyebut komunikasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya serta KONI Surabaya telah dilakukan. Koordinasi tersebut diperlukan untuk menyinkronkan hasil pemantauan dengan kebutuhan teknis masing-masing cabang olahraga.
Setelah proses pemetaan selesai, PB Porprov akan segera menentukan lokasi pertandingan untuk setiap cabang olahraga. Penetapan venue kemudian akan diperkuat melalui surat keputusan (SK).
Menurut Andi, kepastian lokasi pertandingan sangat penting karena akan menjadi acuan bagi seluruh pihak dalam mempersiapkan Porprov Jatim X. Panitia, pemerintah daerah, atlet hingga ofisial dapat melakukan persiapan secara lebih terukur setelah venue ditetapkan.
“Segera kita tetapkan cabang olahraga ini venue-nya di mana dan kita terbitkan SK sehingga nanti jelas,” ujarnya.
Selain penetapan lokasi, PB Porprov juga mendorong Pemkot Surabaya untuk memperhatikan kebutuhan anggaran perbaikan sejumlah venue. Pembenahan yang dilakukan lebih awal dinilai dapat mengurangi risiko kendala teknis ketika pelaksanaan Porprov semakin dekat.
Kesiapan infrastruktur menjadi perhatian penting karena Porprov Jatim X akan melibatkan atlet dan kontingen dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Venue yang digunakan dituntut mampu memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus menunjang kelancaran pertandingan.
Andi mengatakan penyelenggaraan Porprov Jatim X di Surabaya diharapkan tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga menghadirkan atmosfer pertandingan berskala besar.
“Kita akan mencoba menciptakan suasana megaevent yang luar biasa di Kota Surabaya. Mudah-mudahan lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.
Ia optimistis penyelenggaraan Porprov Jatim 2027 dapat menjadi momentum untuk menghadirkan standar penyelenggaraan yang lebih tinggi. Karena itu, kesiapan venue dan fasilitas pendukung harus dipastikan sejak jauh-jauh hari.
“Porprov 2027 ini akan menjadi ajang terbesar sepanjang sejarah Porprov dan menghadirkan fasilitas yang siap bagi para delegasi dari masing-masing kabupaten/kota se-Jatim,” pungkas Andi. (*)







