SURABAYA — Komitmen KONI Surabaya mendekatkan diri dengan atlet dan cabang olahraga ditunjukkan Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom. Ia memilih hadir langsung di tengah latihan atlet Akuatik Surabaya yang berlangsung sejak subuh di Kolam Renang Kodam V Brawijaya, Jalan Hayam Wuruk, Surabaya.
Arderio datang tepat pukul 05.00 WIB pada Sabtu (29/8/2026). Saat itu, para atlet baru memulai latihan didampingi pelatih. Ketua Pengkot Akuatik Surabaya, Purwanto Djoko, dan sejumlah wali atlet juga hadir untuk memberikan dukungan.
Kunjungan perdana tersebut mendapat sambutan hangat dari keluarga besar Akuatik Surabaya. Bagi Arderio, suasana yang terbangun dalam latihan tersebut menunjukkan kuatnya kebersamaan antara atlet, pelatih, pengurus, dan orang tua atlet.
“Kunjungan perdana ke Puslatcab Akuatik Surabaya sangat luar biasa. Kehangatan yang diberikan karena atlet-atlet berlatih dari subuh didampingi oleh para pelatih dan juga Ketua Pengkotnya hadir langsung, Pak Pur, juga para wali atlet ikut membersamai,” kata Arderio.
Ia berharap kebersamaan tersebut tidak berhenti pada kegiatan latihan, tetapi mampu menjadi kekuatan untuk menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Surabaya.
“Semoga semangat kebersamaan ini bisa menjadi awal yang baik dan bisa berakhir dengan hasil yang baik dan membanggakan untuk kita semua,” imbuhnya.
Bagi Pengkot Akuatik Surabaya, kehadiran pimpinan KONI secara langsung di lokasi latihan menjadi bentuk perhatian yang memiliki arti tersendiri. Purwanto Djoko menilai langkah tersebut mampu memberikan tambahan spirit kepada para atlet.
Ia juga mengapresiasi Arderio Hukom dan Sekretaris Umum KONI Surabaya, Randika, yang bersedia menyesuaikan waktu dengan agenda latihan Akuatik Surabaya.
“Yang lebih membanggakan dan kami semakin respek, Mas Ketum dan Mas Sekum Randika itu menyesuaikan dengan jam dan agenda kita. Padahal, biasanya pejabat itu kalau datang ke tempat acara kami, kami yang diminta menyesuaikan jam mereka,” ujar Purwanto.
Menurut Purwanto, perhatian seperti itu menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam kepengurusan KONI Surabaya. Ia melihat kepengurusan saat ini banyak diisi orang-orang muda yang memiliki dedikasi tinggi terhadap olahraga.
Kedekatan dengan cabang olahraga, lanjutnya, berpotensi memberikan dampak besar terhadap peningkatan prestasi atlet Surabaya.
Apalagi, Surabaya memiliki ambisi besar pada Porprov X 2027 dengan target 250 medali emas. Akuatik Surabaya menjadi salah satu cabor yang diharapkan kembali menyumbangkan banyak emas.
Bukan tanpa alasan. Pada Porprov terakhir di Malang Raya, Akuatik Surabaya berhasil menjadi juara umum setelah mengoleksi 20 medali emas.
Capaian tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi para atlet untuk mempertahankan dominasi ketika Porprov X 2027 berlangsung di Surabaya.
“Persiapan anak-anak cukup bagus. Mereka berlatih keras untuk mewujudkan prestasi yang lebih gemilang di Porprov tahun depan,” kata Purwanto.
Selain Porprov, Akuatik Surabaya juga membidik sejumlah kompetisi lain sebagai bagian dari program peningkatan jam terbang dan prestasi atlet.
Purwanto mengatakan pihaknya masih akan melihat perkembangan persiapan atlet untuk menentukan target yang paling realistis.
“Target resmi yang kami tetapkan 10-50 persen dari potensi raihan medali emas yang bisa kami capai,” jelasnya.
Ia menegaskan Pengkot Akuatik Surabaya siap memperkuat koordinasi dengan KONI Surabaya dan Disbudporapar. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen menjadi faktor penting untuk mewujudkan target prestasi olahraga Surabaya.
Kehadiran Arderio di latihan subuh Akuatik Surabaya pun menjadi simbol bahwa perjuangan menuju podium tidak hanya dimulai ketika kompetisi berlangsung, tetapi dibangun sejak proses latihan bersama para atlet.
(zal)







