banner 400x130

Jaga Jakarta, Jaga Indonesia, FMJM Siapkan 500 Massa

Ratusan masyarakat Kabupaten Jember yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) bersama masyarakat Pandalungan siap berangkat ke Jakarta

JEMBER – Ratusan masyarakat Kabupaten Jember yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) bersama masyarakat Pandalungan menyatakan siap berangkat ke Jakarta untuk bergabung dalam gerakan “Jaga Jakarta, Jaga Indonesia”.

Sekitar 300 hingga 500 orang direncanakan berangkat pada 27 Agustus 2026. Mereka akan bergabung dalam gerakan yang mengusung pesan persatuan, kedamaian, serta terciptanya situasi nasional yang aman dan kondusif.

Rencana keberangkatan tersebut disampaikan Koordinator FMJM, Kamiludin, saat bertemu dengan perwakilan masyarakat dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Senin (24/8/2026).

Massa yang disiapkan berasal dari jaringan organisasi FMJM hingga tingkat kecamatan dan desa. Mereka akan menuju Jakarta untuk menyuarakan pentingnya menjaga keutuhan bangsa sekaligus mendorong agar pembangunan nasional dapat terus berlangsung tanpa terganggu konflik maupun perpecahan di tengah masyarakat.

“Kami, anggota kami semuanya kalau di tingkat kecamatan sampai tingkat desa sekitar 300 sampai 500 orang. Itu yang akan kami ajak langsung ke Jakarta untuk mengawal Jaga Jakarta, Jaga Indonesia,” ujar Kamiludin.

Menurutnya, keterlibatan warga Jember dalam gerakan tersebut tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan kelompok tertentu dengan kelompok lainnya. FMJM tidak menempatkan diri dalam posisi mendukung ataupun menolak kelompok tertentu, melainkan ingin menyampaikan aspirasi tentang pentingnya persatuan dan stabilitas kehidupan berbangsa.

“Kami tidak pada konteks pro ataupun kontra. Yang jelas kami dari Kabupaten Jember, Bumi Pandalungan Kabupaten Jember, siap mengawal Jaga Jakarta, Jaga Indonesia,” tegasnya.

FMJM juga menyatakan dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama kebijakan pembangunan yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk warga di wilayah pedesaan.

Bagi FMJM, kondisi nasional yang stabil menjadi salah satu faktor penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai sasaran. Situasi yang aman diyakini akan memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk berkonsentrasi pada peningkatan kesejahteraan, pelayanan publik, perekonomian, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Meski menyampaikan dukungan terhadap pemerintah, Kamiludin menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik, pendapat, dan aspirasi. Namun, penyampaian aspirasi tersebut diharapkan dilakukan secara damai, tertib, dan konstitusional sehingga tidak berkembang menjadi tindakan yang memicu ketegangan maupun perpecahan.

“Yang terpenting hari ini adalah bagaimana kita mengajak seluruh elemen masyarakat, tidak hanya di Jember, tapi seluruh Indonesia bergabung bersama kami untuk sama-sama mengawal Indonesia ini,” katanya.

Ia berharap semangat masyarakat Pandalungan tidak berhenti sebagai gerakan yang berangkat dari Jember. Pesan tersebut diharapkan berkembang menjadi semangat kebangsaan yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dengan menempatkan kepentingan nasional dan persatuan sebagai tujuan bersama.

Gerakan “Jaga Jakarta, Jaga Indonesia” yang akan diikuti FMJM membawa sejumlah pesan, di antaranya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menciptakan kondisi Jakarta yang aman dan kondusif, serta mendukung program strategis pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

FMJM juga mengajak masyarakat menolak provokasi, kekerasan, ujaran kebencian, serta berbagai tindakan yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Semangat gotong royong dinilai perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi turut menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Partisipasi masyarakat, menurut FMJM, dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari menjaga keamanan lingkungan, menyampaikan aspirasi secara tertib, hingga ikut mengawal program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas. (ADV)

Penulis: Sugito