banner 400x130

Jatim Jadi Pelopor Kejurnas Pelajar Tarung Derajat di Luar Jabar

SURABAYA – Jawa Timur mencatat momentum penting dalam perkembangan olahraga Tarung Derajat nasional. Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur menjadi pelopor penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tarung Derajat tingkat pelajar di luar Jawa Barat.

Kejurnas Pelajar tersebut diikuti 93 atlet dari 13 provinsi di Indonesia. Selain menjadi arena kompetisi bagi atlet usia muda, kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang untuk menyiapkan regenerasi atlet Tarung Derajat menuju level senior.

Sang Guru Muda dari Perguruan Pusat Tarung Derajat, Rimba Dirgantara, mengapresiasi langkah Kodrat Jatim yang menggelar kejuaraan nasional khusus pelajar.

Menurutnya, pelaksanaan Kejurnas Pelajar di Jawa Timur memiliki arti penting karena selama ini kejuaraan tingkat nasional Tarung Derajat lebih banyak berlangsung di Jawa Barat sebagai pusat perguruan.

“Saya sangat apresiasi sekali dengan penyelenggaraan ini. Ini baru kali ini diadakan Kejurnas tingkat nasional di luar Provinsi Jawa Barat. Jadi Jawa Timur ini memelopori kejuaraan nasional di tingkat pelajar,” ujar Rimba.

Ia berharap penyelenggaraan tersebut tidak berhenti pada satu edisi. Keberlanjutan kompetisi dinilai penting untuk memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang munculnya talenta baru.

“Diharapkan terus berlanjut. Kemudian dari kejuaraan ini juga muncul bibit-bibit baru, khususnya untuk ke tingkatan nasional nantinya,” katanya.

Rimba menjelaskan, pembinaan atlet pelajar juga memiliki keterkaitan dengan persiapan menuju kompetisi senior. Meskipun kategori pelajar dan senior memiliki batas usia berbeda, sejumlah nomor, khususnya seni gerak, memungkinkan atlet junior untuk terus dipantau dan dikembangkan.

Sementara itu, Ketua Umum Kodrat Jatim Bambang Hario Soekartono menegaskan Kejurnas Pelajar merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus atlet Tarung Derajat.

Menurut Bambang, atlet-atlet yang berprestasi di ajang tersebut diharapkan dapat menjadi calon pelapis tim senior untuk menghadapi berbagai agenda nasional maupun internasional.

“Ini menjadi ajang untuk membina generasi muda, bibit-bibit ke generasi senior yang tentu dipersiapkan untuk kejuaraan nasional senior, Pra-PON maupun PON,” jelas Bambang.

Ia menyebut Pra-PON dijadwalkan berlangsung pada 2027, sedangkan PON akan digelar pada 2028. Karena itu, proses pembinaan atlet pelajar harus dilakukan sejak sekarang agar tersedia regenerasi yang siap naik ke level senior.

Bambang juga mendorong agar Tarung Derajat dapat masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Menurut dia, olahraga bela diri tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kebugaran, tetapi juga dapat membentuk kedisiplinan sekaligus membuka jalur prestasi bagi pelajar.

“Kami mengharapkan olahraga Tarung Derajat ini bisa menjadi pelengkap pendidikan ekstrakurikuler di sekolah, mulai SD, SMP sampai SMA,” ujarnya.

Bambang mengatakan, saat ini pembinaan Tarung Derajat telah berkembang di 24 kabupaten/kota di Jawa Timur. Kondisi tersebut menjadi modal untuk memperluas pembinaan atlet sejak usia sekolah.

Ia menilai prestasi olahraga dapat menjadi salah satu nilai tambah bagi pelajar dalam melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.

Jadi Bagian Persiapan Porprov

Ketua Panitia Kejurnas Pelajar Tarung Derajat, Erwin H. Poedjiono, menambahkan, kejuaraan tersebut juga dimanfaatkan Kodrat Jatim untuk melihat potensi atlet daerah.

Sebelum tampil dalam kejurnas, Kodrat Jatim melakukan seleksi terhadap atlet-atlet dari kabupaten/kota berdasarkan kelompok usia Porprov. Atlet yang terpilih kemudian memperkuat tim Jawa Timur pada kategori pelajar.

“Kejuaraan ini memberikan pemanasan untuk seleksi atlet di kabupaten/kota untuk Porprov,” kata Erwin.

Menurut dia, agenda tersebut juga memberikan dampak positif terhadap motivasi atlet di sejumlah daerah. Surabaya, misalnya, menjadi lebih bersemangat karena akan menjadi lokasi penyelenggaraan Porprov mendatang.

Daerah lain yang telah mengikuti Porprov juga memanfaatkan Kejurnas Pelajar sebagai ajang try out untuk mengukur kemampuan atlet mereka.

Erwin menegaskan, penyelenggaraan Kejurnas Pelajar dirancang sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Setelah agenda tersebut, Kodrat Jatim juga menyiapkan Kejurnas Senior pada Desember.

“Pra-PON pasti ada anak-anak ini yang ikut menjadi pelapis untuk kemudian 2028 ikut PON. Itu alasan kenapa yang awalnya Kejurnas Senior diubah menjadi Kejurnas Pelajar,” ungkapnya.

Untuk persiapan menuju Pra-PON, Kodrat Jatim saat ini telah memiliki tujuh atlet yang disiapkan. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah karena Kodrat Jatim menargetkan dapat mengisi seluruh nomor yang dipertandingkan pada Pra-PON.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Kejurnas Pelajar tidak sekadar menjadi kompetisi bagi atlet usia sekolah, tetapi juga bagian dari mata rantai pembinaan untuk menjaga kesinambungan prestasi Tarung Derajat Jawa Timur hingga level nasional. (*)

Penulis: Fahrizal Arnas