JOMBANG, Wartatransparansi.com – Pernikahan merupakan awal perjalanan membangun rumah tangga. Karena itu, setiap pasangan pengantin diharapkan senantiasa mendapat doa agar kehidupan rumah tangganya dipenuhi ketenangan, cinta kasih, tanggung jawab, serta keberkahan hingga akhir hayat.
Doa tersebut disampaikan Ustad Miftahul Asror saat memberikan sambutan dalam acara resepsi dan walimatul ursy pernikahan Ulil Absor dan Wakhidatul Qomariyah, Minggu (30/8/2026).
Ulil Absor yang merupakan perangkat Dusun Dempok, Desa Grogol, Kabupaten Jombang, sebelumnya telah melangsungkan akad nikah dengan gadis pilihannya, Wakhidatul Qomariyah, di Desa Jatirejo, Jombang.
Dalam sambutannya, Ustad Miftahul Asror yang menerima rombongan mempelai pria yang diwakili Ustad Muhammad Faizin, S.H.I., mendoakan agar pasangan pengantin tersebut menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta senantiasa diberi amanah dan barokah.
“Semoga pasangan Ulil dan Wakhidatul menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, amanah, dan barokah,” ujarnya.
Menurut Ustad Miftahul, sakinah memiliki makna ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian hati dalam kehidupan rumah tangga. Sementara mawaddah merupakan cinta kasih yang kuat, tulus, dan diwujudkan melalui semangat untuk membahagiakan pasangan.
Sedangkan warahmah, lanjutnya, merupakan kasih sayang yang mendalam. Hal itu diwujudkan dengan sikap saling menolong, saling memaafkan, dan saling merawat, baik dalam keadaan bahagia maupun ketika menghadapi kesulitan.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan tanpa perbedaan. Suami dan istri bisa memiliki karakter yang sama-sama kuat, bahkan terkadang sama-sama keras.
Namun, menurutnya, selama keduanya mampu menjalankan amanah sebagai suami dan istri serta tidak menyimpang dari tanggung jawab masing-masing, insyaallah rumah tangga dapat dipertahankan hingga akhir hayat.
“Amanah itu penting. Selama suami dan istri sama-sama amanah, insyaallah rumah tangga dapat berjalan dengan baik sampai akhir hayat,” katanya.
Sementara itu, makna barokah dalam kehidupan rumah tangga, menurut Ustad Miftahul, tidak hanya berkaitan dengan kebahagiaan ketika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan. Keberkahan juga tercermin ketika pasangan mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan tetap menjaga kebaikan dan ketakwaan.
Sejak awal pernikahan, pasangan suami istri telah mendapatkan doa keberkahan. Harapannya, keberkahan tersebut terus menyertai perjalanan rumah tangga hingga akhir kehidupan dan menjadi kebaikan yang dibawa sampai akhirat.
Doa serupa juga disampaikan Ustad Muhammad Faizin dan Ustad Miftahul Asror. Keduanya berharap pasangan Ulil Absor dan Wakhidatul Qomariyah senantiasa dikaruniai keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, amanah, dan barokah, serta mendapat rahmat dan rida Allah SWT.
Untuk diketahui, Ulil Absor merupakan putra almarhum Zainul Arifin dan Riyami, sedangkan Wakhidatul Qomariyah merupakan putri Muhammad Thoha dan almarhumah Fatimah.
Semoga perjalanan rumah tangga keduanya senantiasa dipenuhi cinta, kasih sayang, kesabaran, saling pengertian, serta keberkahan hingga akhir hayat.
(Ria/Jt)






