banner 400x130

Dishub Jatim Siapkan Lampu Lalu Lintas Berbasis AI, Bus Trans Jatim Dapat Prioritas

Kepala Dishub Jawa Timur Nyono memberikan keterangan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (12/6/2026)

SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur bersiap melakukan lompatan besar dalam pengelolaan transportasi dengan menerapkan Intelligent Transportation System (ITS) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi yang akan mulai diterapkan di Koridor 1 Trans Jatim (Sidoarjo-Surabaya-Gresik) itu memungkinkan lampu lalu lintas mengatur durasi hijau secara otomatis berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan, sekaligus memberikan prioritas perjalanan bagi Bus Trans Jatim.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan sistem tersebut akan diterapkan pada sejumlah persimpangan terkoordinasi untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan efisiensi transportasi publik

“Kami ingin di Koridor 1 nanti diterapkan sistem ini. Traffic light di persimpangan menggunakan sensor, bukan lagi fase detik, sehingga jalan yang lebih padat akan mendapat waktu lampu hijau lebih lama,” ujar Nyono di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, teknologi sensor dan AI akan membuat distribusi arus kendaraan menjadi lebih seimbang. Jalur yang padat akan memperoleh prioritas lebih lama, sementara jalur yang relatif sepi akan mengalami pergantian lampu lebih cepat sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan yang tidak perlu.

Selain mengatur lalu lintas secara adaptif, ITS juga akan mendukung layanan Bus Trans Jatim melalui fitur Bus Priority. Sistem ini memungkinkan lampu lalu lintas mengenali keberadaan bus yang mendekati persimpangan dan secara otomatis memberikan prioritas melintas.

“Saat Bus Trans Jatim mendekati persimpangan, sistem akan mendeteksi keberadaannya. Ketika bus berada sekitar lima meter sebelum persimpangan, lampu akan berubah hijau sehingga bus tidak perlu berhenti terlalu lama,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, waktu perjalanan Bus Trans Jatim diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan tepat waktu. Tidak hanya menguntungkan pengguna transportasi umum, pengaturan lalu lintas yang lebih cerdas juga diyakini mampu mengurangi antrean kendaraan pada koridor-koridor padat.

Nyono menegaskan, pengembangan ITS akan dikombinasikan dengan program Jalur Berkeselamatan, yakni koridor yang dilengkapi berbagai fasilitas keselamatan lalu lintas untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.

“Nanti semuanya akan dikombinasikan dengan Jalur Berkeselamatan. Di banyak negara maju konsep ini sudah diterapkan, yakni perpaduan antara keselamatan jalan dan Intelligent Transportation System,” katanya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Dishub Jatim akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta instansi terkait karena implementasinya melibatkan jalan provinsi, jalan kabupaten/kota hingga jalan nasional. Koordinasi diperlukan untuk memetakan jumlah persimpangan dan kebutuhan perangkat sensor yang akan dipasang.

Apabila dukungan anggaran tersedia, penerapan sistem Bus Priority ditargetkan mulai direalisasikan tahun ini. Tahap awal akan difokuskan pada Koridor 1 Trans Jatim dan kawasan Malang Raya.

Gagasan pengembangan transportasi cerdas tersebut diperkuat setelah Dishub Jatim mengikuti pameran China Intelligent Transportation System (ITS) di Kota Xiamen, Tiongkok, pada Mei lalu. Dalam forum tersebut, Nyono mempresentasikan inovasi Trans Jatim sekaligus mempelajari berbagai teknologi transportasi berbasis sensor dan AI yang kini banyak diterapkan di berbagai negara.

Melalui penerapan ITS, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap layanan transportasi publik semakin modern, efisien, aman, dan mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. (*)

Penulis: Amin IstighfarinEditor: Amin