banner 400x130

Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua Mahkamah Agung XX Di Stadion Gajayana Malang

MALANG – Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Sunarto, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI di Stadion Gajayana, Jumat (12/6/2026).

Kejuaraan yang berlangsung pada 12–16 Juni 2026 tersebut diikuti 1.022 atlet dari 71 kontingen peradilan se-Indonesia. Pertandingan digelar di sepuluh lapangan tenis yang tersebar di Kota Malang dan sekitarnya.

Ketua MA RI Sunarto menegaskan bahwa olahraga memiliki nilai-nilai yang selaras dengan prinsip-prinsip yang harus dijunjung tinggi oleh insan peradilan.

“Olahraga mengajarkan kepada kita bahwa setiap kemenangan membutuhkan disiplin, latihan yang konsisten, kerja keras, kesabaran, dan komitmen yang kuat. Nilai-nilai itulah yang juga diperlukan dalam membangun lembaga peradilan yang modern, profesional, dan terpercaya,” tegasnya.

Menurut Sunarto, olahraga juga menanamkan tanggung jawab, integritas, dan sportivitas yang menjadi fondasi penting dalam membangun lembaga peradilan yang dipercaya masyarakat.

Ia berharap semangat sportivitas dan integritas yang tumbuh di arena olahraga dapat terus terpelihara dalam pelaksanaan tugas sehari-hari para insan peradilan.

“Saya percaya bahwa apabila semangat sportivitas dan integritas dapat terus kita pelihara, maka keluarga besar peradilan Indonesia akan semakin kuat dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air. Jawa Timur merasa terhormat menjadi tuan rumah perhelatan nasional yang mempertemukan keluarga besar peradilan Indonesia dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.

“Selamat datang di Jawa Timur, para atlet dari Sabang sampai Merauke. Ini adalah Bumi Majapahit, bumi yang menanamkan nilai-nilai moderasi, keberagaman, persaudaraan, dan persatuan,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Khofifah menilai olahraga memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan antarmanusia tanpa memandang latar belakang, profesi, maupun daerah asal. Karena itu, Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua MA RI menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan persaudaraan nasional di lingkungan peradilan Indonesia.

Selain memperkuat persaudaraan, penyelenggaraan Kejurnas ini juga diyakini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Malang dan Jawa Timur. Kehadiran lebih dari seribu atlet beserta pendamping selama beberapa hari diperkirakan mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga pelaku UMKM lokal.

“Kami sampaikan terima kasih. Hari ini, kedatangan panjenengan semua memberikan manfaat luar biasa. Hotel-hotel penuh, restoran-restoran penuh, angkutan-angkutan penuh, dan tentu banyak sekali destinasi wisata yang bisa dijadikan kesempatan bagi bapak-ibu untuk menjelajahi Kota Malang dan Jawa Timur pada umumnya,” ungkapnya.

Khofifah juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan selama berada di Jawa Timur untuk menikmati berbagai destinasi wisata unggulan, mengenal kekayaan budaya daerah, serta mendukung produk-produk UMKM lokal.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut memperkenalkan layanan transportasi publik Trans Jatim yang terus berkembang dan didukung teknologi digital untuk memberikan layanan yang aman, nyaman, dan terintegrasi.

“Kami memiliki Trans Jatim yang melintasi sejumlah titik strategis wisata di Malang Raya. Jika ada yang ingin menjelajah Malang Raya, dan tentu seizin Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung, kami dengan sukacita siap memfasilitasi. InsyaAllah aman dan nyaman,” kata Khofifah.

Menutup sambutannya, Khofifah menyampaikan pantun yang mengajak para peserta untuk turut mendukung UMKM Malang.

Raket diayun penuh ketegangan,

bola melaju menyeberang lapangan.

Selain menyaksikan pertandingan kebanggaan,

mari berbelanja UMKM sebagai bentuk dukungan.

Ia berharap seluruh rangkaian Kejurnas berlangsung lancar, sukses, dan membawa manfaat bagi seluruh peserta maupun masyarakat. “Semoga melalui olahraga ini terbangun solidaritas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan di antara seluruh insan peradilan Indonesia,” tuturnya. (*)

Penulis: Fahrizal ArnasEditor: Amin Istighfarin