Opini  

Bulutangkis Menangis

Oleh Djoko Tetuko

Dunia perbulutangkisan “menangis” karena baru kali pertama dalam sejarah Piala Thomas Cup, Tim Indonesia gagal menembus babak perempat final, apalagi dikalahkan Prancis telak 1-4. Kasta bulutangkis di mata dunia benar-benar sudah rontok sampai pada titik nadir terendah.

Masihkah Menteri Olahraga Erick Thohir dan Wakil Menpora Taufik Hidayat “diam”, tidak melakukan terobosan dan prioritas pembinaan untuk mengembalikan kejayaan, dunia bulu teplok merajai di event internasional.

Apalagi, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Indonesia Taufik Hidayat, yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024, merupakan legenda bulu tangkis Indonesia.

Apalagi, salah satu tugas kenegaraan guna
meningkatkan prestasi olahraga nasional, memotivasi atlet, dan persiapan ajang multi-event.

Seperti diketahui, Prancis menang 4-1 atas Indonesia dan lolos ke babak berikutnya sebagai runner-up Grup D di bawah Thailand.

Hasil Indonesia vs Prancis di Thomas Cup 2026

  1. Jonatan Christie vs Christo Popov: 19-21, 14-21
  2. Alwi Farhan vs Alex Lanier: 16-21, 19-21
  3. Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov: 22-20, 15-21, 20-22
  4. Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani vs Eloi Adam/Leo Rossi: 19-21, 19-21
  5. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Christo Popov/Toma Junior Popov: 21-18, 19-21, 21-11.

Sebagai hiburan Tim Indonesia Piala Uber juara Grup C, setelah secara dramatis mengalahkan China Taipei 3-2.

Indonesia berhasil mengalahkan China Taipei setelah Ester Nurumi Tri Wardoyo catatkan comeback dramatis menaklukkan Huang Yu Hsun : 15-21, 21-19, 21-12, setelah alot pada awal pertandingan.

Rekap hasil pertandingan;

  1. Putri Kusuma Wardani vs Chiu Pin-Chian, 21-17, 21-17.
  2. Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu, 21-23, 13-21.
  3. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Lin Hsiang Ti, 10-21, 29-30.
  4. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, 11-21, 22-20, 21-16.
  5. Ester Tri Wardoyo vs Huang Yu Hsun : 15-21, 21-19, 21-12.

Indonesia Tinggal Sejarah

Kabar bulutangkis menangis, seakan-akan Indonesia tinggal sejarah dalam kancah dunia. Karena di kawasan ASEAN sudah sering dikalahkan Thailand dan Malaysia. Padahal, Indonesia adalah negara tersukses dalam sejarah Piala Thomas dengan koleksi 14 gelar juara hingga saat ini. Indonesia memenangkan trofi tersebut pada tahun 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, dan 2020.

Daftar Tahun Kemenangan Piala Thomas Indonesia:

  • 1958, 1961, 1964 (Dominasi awal)
  • 1970, 1973, 1976, 1979 (Dominasi era 70-an)
  • 1984 (Era baru)
  • 1994, 1996, 1998, 2000, 2002 (Dominasi 90-an hingga awal 2000-an)
  • 2020 (Gelar terbaru, diselenggarakan tahun 2021)

Sedangkan pemain
bulutangkis Indonesia paling bersejarah di Thomas Cup meliputi Tan Joe Hok (pahlawan juara perdana 1958), Rudy Hartono, Liem Swie King, Christian Hadinata, dan Iie Sumirat yang mendominasi era 70-80an. Mereka adalah pilar kejayaan Indonesia yang menjadikan Indonesia negara tersukses dengan 14 gelar juara Thomas Cup.

Berikut adalah daftar pemain bulutangkis Indonesia paling bersejarah di Thomas Cup:

  1. Tan Joe Hok (Era 1950-an/60-an): Pahlawan utama yang membawa Indonesia meraih gelar Thomas Cup pertamanya pada tahun 1958 di Singapura.
  2. Rudy Hartono (Era 70-an/80-an): Legenda tunggal putra yang menjadi bagian dari tim legendaris “The Magnificent Seven” yang mendominasi.
  3. Liem Swie King (Era 70-an/80-an): Pemain ganda dan tunggal yang dikenal dengan smash kerasnya, berkontribusi besar pada kejayaan Thomas Cup.
  4. Christian Hadinata (Era 70-an/80-an): Maestro ganda putra yang merupakan pilar penting tim Thomas Indonesia selama bertahun-tahun.
  5. Iie Sumirat (Era 70-an): Bagian dari skuad juara Thomas Cup 1976 dan 1979.
  6. Taufik Hidayat (Era 2000-an): Salah satu tunggal putra andalan Indonesia yang berpartisipasi dalam era modern Thomas Cup.

Indonesia kembali bersinar sebentar, ketika menjuarai Piala Thomas 2020 (digelar 2021) di Aarhus, Denmark, mengakhiri penantian 19 tahun dengan mengalahkan China 3-0 di final. Pahlawan utama tim mencakup Anthony Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, dan ganda Fajar/Rian. Tim Indonesia merebut trofi ke-14 berkat permainan impresif sepanjang turnamen.

Berikut adalah detail pahlawan Thomas Cup 2020 Indonesia:
Pahlawan Final (Skor 3-0):

  1. Anthony Sinisuka Ginting: Membuka keunggulan dengan mengalahkan Lu Guang Zu.
  2. Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto memenangkan poin kedua di ganda putra.
  3. Jonatan Christie memastikan kemenangan (penentu) dengan mengalahkan Li Shi Feng dalam laga 3 gim.
  4. Rhustavito dua kali menjadi penentu kemenangan krusial di babak grup melawan Thailand dan Taiwan.

Skuad Tim Thomas 2020: Selain nama di atas, tim didukung oleh Marcus F. Gideon, Kevin Sanjaya, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Chico Aura Dwi Wardoyo, dan Daniel Marthin/Leo R. Carnando.

Kemenangan ini terasa spesial karena Indonesia akhirnya kembali membawa pulang Piala Thomas ke-14 setelah terakhir juara pada tahun 2002.

Kini setelah 5 tahun kejayaan itu kembali runtuh setelah sejarah mencatat bulutangkis menangis, para pahlawan bulutangkis menangis, para pembina dan penggemar bulutangkis se Nusantara menangis. Mari membayar tangis air mata segera dengan segera bangkit dan kembali mengukir prestasi seperti masa kejayaan dulu. (*)