PMI Ponorogo 2026–2031 Resmi Dilantik, Imam Utomo Tekankan Integritas dan Standar Pelayanan Darah

Ponorogo, Wartatransparansi.com — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, Imam Utomo, menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan organisasi kepalangmerahan. Hal itu disampaikannya saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Ponorogo masa bakti 2026–2031 di Pendopo Agung Ponorogo, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, seluruh pengurus harus berpegang teguh pada pakta integritas, tujuh prinsip dasar kepalangmerahan, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

“Semangat utama PMI adalah kemanusiaan, yakni menolong sesama tanpa pamrih,” ujar Imam.

Imam juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan darah agar memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM.

Ia menyebut sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Lumajang telah mengantongi sertifikasi CPOB. Sementara Bojonegoro, Jember, dan Tulungagung masih dalam proses pemeriksaan.

PMI Ponorogo pun diminta segera melengkapi seluruh persyaratan agar dapat memenuhi standar tersebut.

Dalam aspek sumber daya manusia, Imam menyoroti pentingnya regenerasi relawan melalui pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan.

Program Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah dinilai perlu diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan.

“Relawan harus disiapkan sejak dini. Tidak perlu banyak, tetapi harus terlatih dan siap. Tiap gugus cukup sekitar 40 PMR, namun pembinaannya harus serius,” tegasnya.

Imam juga mengingatkan bahwa potensi bencana di Jawa Timur, khususnya tanah longsor, masih tinggi. Oleh karena itu, PMI diminta selalu siaga dan memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Bencana tidak mengenal musim, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ketua PMI Ponorogo, Luhur Karsanto, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, serta meningkatkan mutu pelayanan darah sesuai standar CPOB.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menilai PMI memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana dan penyediaan darah bagi masyarakat.

“Pengelolaan PMI harus dilandasi keikhlasan sekaligus tanggung jawab besar,” katanya.

Susunan Pengurus PMI Ponorogo 2026–2031

Pelantikan tersebut turut disaksikan jajaran PMI Jawa Timur dan sejumlah pejabat daerah. Susunan pengurus resmi ditetapkan melalui SK PMI Jawa Timur Nomor 031/KEP/02.06.00/III/2026.

Pelindung:

  • Bupati Ponorogo

Dewan Kehormatan:

  • Ketua: Lembah Susanto
  • Anggota: Timbul Pranowo, Agus Prasmono

Pengurus Harian:

  • Ketua: Luhur Karsanto
  • Wakil Ketua: Luhur Apidianto

Bidang:

  • Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan: Trisetyo Miseno
  • Penanggulangan Bencana: Bedianto
  • Pelayanan Kesehatan dan Darah: Achmad Gufroni
  • Informasi dan Kerja Sama: Achmad Junaidi

Sekretaris: Sumani

  • Bendahara: Siti Hanifah

Anggota:

  • Leila Maurita Indriani, Ita Marantika, Nasta’in,. (*)