Jember, Wartatransparansi.com – Naas Moh Ali Mahrus(30) pemancing asal Dusun Kepel Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember terseret ombak ,(29/4/2025) .
Dari keterangan saksi Hingga saat ini, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Berdasarkan laporan resmi dari Polres Jember melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud), kejadian bermula pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban pergi memancing bersama dua orang saudaranya, Rokim dan Rukin.
Sekitar pukul 20.00 WIB, ketika korban tengah memancing di tepi bukit, tiba-tiba datang gelombang besar yang langsung menyapu tubuh korban hingga terjatuh dan terseret arus laut.
Kedua saksi yang berada di lokasi tidak sempat memberikan pertolongan karena derasnya ombak.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan pada Rabu (29/04/2026) sekitar pukul 07.00 WIB oleh relawan SAR Brandal Alas kepada pihak berwenang.
Mendapat laporan itu, petugas dari Polairud Polda Jawa Timur bersama Satpolairud Polres Jember segera melakukan respon cepat dengan mendatangi lokasi kejadian.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan para saksi, petugas juga berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian korban di sekitar perairan Pantai Payangan.
“Korban hingga saat ini masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya penyisiran di lokasi kejadian,” ujar Kasat Polairud Polres Jember, AKP Hari Pamuji.
Dalam peristiwa ini, tidak terdapat kerugian materiil, namun satu korban jiwa masih dinyatakan hilang. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pemancing, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pesisir selatan yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan berbahaya.
Hingga berita ini di turunkan pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan, dengan melibatkan unsur Basarnas, kepolisian, dan relawan setempat. (*)






