SURABAYA – Sebanyak 25 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Jawa Timur mendapat peluang memasuki pasar Jepang setelah dinyatakan lolos kurasi awal dalam kegiatan business matching bersama Sariraya Co. Ltd. di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/10) malam. Kegiatan tersebut mencatat potensi transaksi mencapai Rp1,133 triliun.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar internasional bagi produk UKM sekaligus mendorong peningkatan daya saing dan kesiapan ekspor pelaku usaha daerah.
Sekitar 40 UKM dengan beragam komoditas mengikuti kegiatan tersebut. Produk yang dipamerkan meliputi makanan olahan, keripik, kerupuk, ikan lele, mangga arumanis, sambal, bumbu pecel, petis, cabai, makanan beku (frozen food), hingga air mineral.
Dalam kegiatan ini, CEO Sariraya Co. Ltd. Teguh Wahyudi bersama tim melakukan kurasi langsung terhadap produk-produk UKM. Penilaian tersebut memberikan gambaran mengenai standar kualitas, kebutuhan pasar, serta persyaratan yang harus dipenuhi agar produk Indonesia dapat diterima konsumen Jepang.
Khofifah menegaskan, business matching tidak sekadar menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sarana mempertemukan kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi UKM Jawa Timur.
Menurut dia, masukan langsung dari pelaku usaha Jepang harus segera ditindaklanjuti oleh UKM, terutama terkait pemenuhan standar dan regulasi negara tujuan ekspor.
“Harapan saya, feedback yang diberikan Pak Teguh kepada masing-masing UKM tadi bisa segera ditindaklanjuti, sehingga ini akan menjadi jalan pembuka untuk ekspor kita ke Jepang,” kata Khofifah.
Sementara itu, Teguh Wahyudi menilai produk-produk UKM Jawa Timur yang dipamerkan memiliki kualitas dan potensi pasar yang baik. Namun, sejumlah aspek masih perlu diperbaiki agar memenuhi persyaratan pasar Jepang.
Dua aspek utama yang menjadi perhatian adalah kelengkapan informasi komposisi (ingredient) dan kualitas kemasan (packaging). Informasi komposisi harus mencantumkan kandungan produk secara terperinci sehingga konsumen dan otoritas terkait dapat mengetahui bahan yang digunakan.
Selain itu, kemasan perlu dirancang lebih menarik dan memenuhi standar pasar tujuan ekspor. Perbaikan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.
Teguh menyatakan Sariraya Co. Ltd. siap mendampingi UKM Jawa Timur yang berminat memasuki pasar Jepang. Pelaku usaha juga didorong aktif berkonsultasi dengan tim Sariraya yang berada di Jawa Timur untuk mempercepat proses penyesuaian produk.
Sariraya Co. Ltd. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis dan impor produk makanan halal asal Indonesia di Jepang. Perusahaan tersebut didirikan pada 2005.
Khofifah berharap kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan mitra bisnis internasional dapat memperkuat ekosistem ekspor UKM Jawa Timur. Dengan pemenuhan standar kualitas dan regulasi, produk daerah diharapkan mampu memperluas penetrasi pasar, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat kontribusi UKM terhadap perekonomian daerah. (*)







