banner 400x130

Dinkes PPKB Gandeng IDI Gelar Pelatihan BHD Siapkan Warga Hadapi Kondisi Darurat

foto:  Walikota Mojokerto Ning Ita  didamping  Kadinkes PPKB  dr. Achmad Rizal Shahab  dan Ketua IDI bersama masyarakat peserta pelatihan BHD di Atrium Sunrise Mall, Sabtu (26/9/2026). 

MOJOKERTO –  Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar  pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar)  di Atrium Sunrise Mall, Sabtu (26/9/2026). Upaya ini guna  menjaga kesehatan dan pencegahan penyakit sekaligus  serta  kesiapan menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr. Achmad Rizal Shahab  menyampaikan   pelathan BHD ini, masyarakat mendapatkan pembekalan mengenai cara mengenali tanda-tanda seseorang yang mengalami henti jantung serta langkah pertolongan pertama melalui Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Dijelaskan  pelatihan BHD init menjadi bagian dari rangkaian Mojo Health Fest 2026 yang digelar Dinkes PPKB Kota Mojokerto. Selain pelatihan BHD, Mojo Health Fest 2026 juga menghadirkan Seminar Kesehatan “Safe Running Happy Finishing” serta event lari bertajuk “Run for Your Life”.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya Pemerintah Kota Mojokerto upaya  untuk mengajak masyarakat membangun budaya hidup sehat, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

dr. Rizal menyampaikan peserta juga mendapatkan pengalaman praktis untuk memahami respons awal ketika menghadapi kondisi yang mengancam nyawa. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal masyarakat untuk memberikan pertolongan secara cepat dan tepat sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis atau layanan kegawatdaruratan.

“Dari indeks kesehatan, kita upayakan bagaimana usia harapan hidup masyarakat Kota Mojokerto terus mengalami peningkatan. Warga Kota Mojokerto harus berumur panjang tapi sehat. Bukan berumur panjang tapi banyak yang terkena penyakit,” tegasnya.

Menurut dr. Achmad Rizal untuk mewujudkan hal tersebut, pembangunan kesehatan tidak cukup hanya melalui penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya promotif dan preventif serta kolaborasi berbagai pihak juga harus terus diperkuat. Namun, yang paling utama adalah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui pola hidup sehari-hari.

“Mari kita terapkan pola hidup bersih dan sehat. Kesehatan kita di masa yang akan datang ditentukan dari pola hidup kita sehari-hari sejak saat ini,”pinta  dr. Achmad Rizal.

Kadinkes PPKB berharap masyarakat tidak hanya memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat berguna ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar.

“Ketika kita membudayakan hidup sehat, maka insyaallah usia harapan hidup kita bisa panjang dan kita bisa menua dengan sehat, terbebas dari segala penyakit,” pungkasnya.

Secara terpisah Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari  juga menyampaikan kondisi kegawatdaruratan, termasuk serangan jantung mendadak, membutuhkan respons yang cepat. Karena itu, selain memperkuat layanan kegawatdaruratan, masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan dasar untuk memberikan pertolongan awal.

“Karena itu Kota Mojokerto hadir dengan adanya PSC 119. Ada juga sinergi dengan PMI Kota Mojokerto yang memberikan layanan 24 jam terkait dengan kegawatdaruratan. Selain itu, di Balai Kota Mojokerto juga tersedia call center 112 yang selama 24 jam,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Menurutnya,  layanan tersebut terintegrasi dengan berbagai unsur, di antaranya PSC, Polres Mojokerto Kota, pemadam kebakaran, PMI, dan unsur terkait lainnya. Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan kegawatdaruratan yang cepat dan mudah diakses masyarakat.

Ning Ita  menyampaikan layanan kegawatdaruratan menjadi salah satu kebutuhan masyarakat modern. Karena itu, akses terhadap layanan tersebut diharapkan dapat dirasakan secara merata, baik oleh masyarakat yang berdomisili maupun yang bekerja dan beraktivitas di Kota Mojokerto.

Di sisi lain, lanjutnya juga  menekankan bahwa pembangunan kesehatan harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal itu tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto yang terus meningkat secara gradual

Ditambahkan pada tahun ketujuh kepemimpinannya, IPM Kota Mojokerto mencapai 82, 35 dan berada dalam kategori sangat tinggi. Menurut Ning Ita, indeks kesehatan menjadi salah satu komponen IPM, selain indeks pendidikan dan daya beli masyarakat.

“Kami ingin di kota yang kecil namun penuh dengan masyarakat yang hadir dari berbagai daerah ini, dalam hal urusan kesehatan, masyarakat bisa terlayani dengan baik. Kami juga menggunakan teknologi informasi agar masyarakat bisa mengaksesnya dengan lebih cepat,”pungkas Ning Ita.(*).

Penulis: Gatot Sugianto