banner 400x130

Jelang Akhir Agustusan, Forkopimda Surabaya Turun Patroli dan Serukan Kota Tetap Aman

SURABAYA – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya kembali menggelar patroli bersama untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Patroli yang berlangsung pada Rabu (19/8/2026) malam tersebut sekaligus menjadi momentum bagi para pimpinan daerah untuk memperkuat komunikasi dan menyampaikan pesan kepada warga agar ikut menjaga kondusivitas Kota Surabaya.

Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia bersama jajaran Forkopimda berangkat menggunakan sepeda motor dari rumah dinasnya menuju kawasan Jalan Ir. Soekarno (MERR).

Syaifuddin mengatakan, patroli bersama merupakan agenda yang dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan Surabaya.

“Ini kita lakukan rutin, kesepakatan dengan Forkopimda Surabaya. Ada Pak Kajari dua-duanya, Pak Kapolres Perak maupun Pak Kapolres Tabes, Pak Dandim, Pak Wali dan saya sendiri,” kata Syaifuddin.

Ia menilai kegiatan semacam ini penting karena keamanan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran besar dalam mempertahankan situasi yang aman dan kondusif.

Karena itu, Syaifuddin secara khusus mengajak arek-arek Surabaya untuk menjaga kota dari berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kita ingin tahu, ingin melihat dan memberikan pesan terhadap warga Surabaya dan arek-arek Surabaya. Kita juga ajak untuk menjaga Surabaya, bahwa Surabaya tetap tenang, tetap kondusif, tetap humanis,” ujarnya.

Surabaya Harus Tetap Humanis

Bagi Syaifuddin, keamanan tidak hanya diukur dari minimnya gangguan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga kehidupan sosial yang damai dan saling menghargai.

Surabaya sebagai kota metropolitan, kata dia, harus mampu menunjukkan bahwa kemajuan perkotaan tetap dapat berjalan berdampingan dengan nilai kebersamaan dan kemanusiaan.

“Arek-arek Surabaya juga kita ajak jaga Kota Surabaya. Surabaya adalah kota yang harus bisa memberikan contoh terhadap kota-kota lain bahwa kota metropolis, kota yang terbesar masyarakatnya, meskipun metropolis tetap humanis,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar identitas Surabaya sebagai kota yang memiliki masyarakat cinta kedamaian terus dipelihara.

“Ini kota arek-arek yang selalu cinta kedamaian,” tegasnya.

Selain menyampaikan pesan kepada masyarakat, patroli tersebut juga dimanfaatkan jajaran Forkopimda untuk memperkuat hubungan antarlembaga.

Syaifuddin menyebut kegiatan tersebut bukan patroli yang melibatkan komunitas tertentu, melainkan murni agenda bersama unsur Forkopimda.

“Ini murni Forkopimda. Apapun yang dikendarai, apapun yang dimiliki itu bebas,” jelasnya.

Ia memastikan kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara rutin. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan.

“Iya, kegiatan ini akan terus kami lakukan secara rutin. Meskipun masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang melekat pada institusinya, kami tetap menjaga kebersamaan dan sinergi untuk bersama-sama menjaga Kota Surabaya,” katanya.

Polisi: Situasi Surabaya Tetap Kondusif

Kasat Pamobvit Polrestabes Surabaya AKBP Wachid Arifani, S.Ag., S.H., yang mewakili Kapolrestabes Surabaya, menilai patroli bersama Forkopimda memberikan dampak positif terhadap upaya menjaga keamanan wilayah.

Ia menyebut situasi Kota Surabaya selama momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini masih berada dalam kondisi kondusif.

“Intinya kegiatan ini juga positif. Situasi wilayah Surabaya di suasana Agustusan ini alhamdulillah kondusif. Tidak ada tanda-tanda yang membahayakan,” kata Wachid.

Wachid menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan patroli bersama Forkopimda yang untuk kedua kalinya dilaksanakan. Adapun rute patroli ditentukan oleh Dandim.

Patroli tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kegiatan pengamanan yang sebelumnya dilakukan jajaran kepolisian.

“Kita makanya mengimbangi kegiatan patroli kelompok Forkopimda. Kalau tadi malam Pak Kapolres bersama PJU (Pejabat Utama) sudah melaksanakan patroli Jogo Boyo 97, sekarang giliran dari kelompok Forkopimda,” ujarnya.

Menurut Wachid, kekompakan para pimpinan daerah penting ditunjukkan kepada masyarakat. Dengan demikian, warga dapat melihat bahwa seluruh unsur pemerintahan dan aparat memiliki komitmen yang sama dalam menjaga Surabaya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menyentuh ke masyarakat bahwasanya kita di atas kompak dan menyuarakan untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah Kota Surabaya,” pungkasnya.

Patroli bersama Forkopimda tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan Surabaya merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan terus membangun komunikasi serta menjaga kota tetap aman, nyaman, damai, dan humanis. (*)

Penulis: Fahrizal ArnasEditor: Amin