SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menyiapkan program servis gratis bagi sedikitnya 8.100 sepeda motor masyarakat yang akan melibatkan ratusan SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi pendidikan vokasi kepada masyarakat dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Dindik Jatim, Agus Hariyono, mengatakan konsep program tersebut telah dimatangkan dan saat ini memasuki tahap finalisasi.
Hal itu disampaikan Agus dalam jumpa pers menjelang peringatan HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur di Kantor Kominfo Jatim, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, dari sekitar 426 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur yang memiliki program keahlian servis sepeda motor, Dindik Jatim melakukan pemetaan dan memilih sekitar 350 sekolah untuk terlibat dalam program tersebut.
Pemilihan sekolah dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan satuan pendidikan serta kompetensi peserta didik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik dan meminimalkan risiko kegagalan dalam proses servis.
“Kami tidak ingin program ini nanti ketika dilaksanakan di masyarakat memiliki risiko yang tinggi terhadap kegagalan servis,” ujar Agus.
Untuk menjamin kualitas pelayanan, Dindik Jatim juga mendorong SMK yang telah memiliki kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) agar menghadirkan teknisi atau tenaga ahli sebagai pendamping.
Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bagian dari quality control (QC), sehingga proses servis yang dilakukan siswa tetap berada dalam pengawasan tenaga profesional.
Sejumlah SMK diketahui telah menjalin kerja sama dengan berbagai industri otomotif, termasuk Yamaha, Honda, dan Suzuki. Dukungan teknisi dari dunia industri diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
“Tujuannya agar masyarakat punya kepercayaan yang tinggi terhadap program servis gratis ini,” katanya.
Agus menegaskan, angka 8.100 sepeda motor merupakan target minimal. Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah setelah dilakukan finalisasi kuota masing-masing sekolah melalui 24 Cabang Dinas Pendidikan di Jawa Timur.
Dindik Jatim juga masih melakukan konfirmasi terkait kemampuan masing-masing sekolah. Sebab, hasil pemetaan awal menunjukkan terdapat sekolah yang diperkirakan mampu melayani lebih banyak kendaraan dibandingkan kuota awal yang ditetapkan.
“Angka 8.100 itu adalah angka minimal. Tetapi boleh lebih daripada itu,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, servis gratis yang diberikan berupa servis ringan atau tune-up. Namun, apabila teknisi menemukan komponen yang perlu diganti, seperti busi, penggantian tersebut tidak menjadi tanggungan program.
Komponen pengganti akan ditawarkan kepada pemilik kendaraan setelah mendapat rekomendasi dari teknisi atau tenaga ahli. Penggantian dilakukan apabila konsumen menyetujui dan komponen tersedia di lokasi.
Sementara itu, Dindik Jatim juga tengah membicarakan kemungkinan adanya dukungan dari dunia industri berupa subsidi oli. Sejumlah pihak disebut telah menyatakan kesediaannya memberikan bantuan oli secara gratis.
“Ini sifatnya masih pembicaraan. Tetapi sudah ada beberapa tempat yang mengonfirmasi bersedia memberikan bantuan berupa oli gratis,” jelas Agus.
Untuk mekanisme pendaftaran, sepenuhnya akan dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan karena kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah berbeda.
Jika jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, Dindik Jatim meminta sekolah memprioritaskan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama berdasarkan kondisi ekonomi.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan peringatan Hari Jadi Jawa Timur, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa SMK untuk mengimplementasikan kompetensi otomotif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)







