KEDIRI WartaTransparansi.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh camat dan kepala puskesmas di Kabupaten Kediri memperkuat koordinasi dalam menjalankan program prioritas sektor kesehatan. Salah satu langkah yang ditekankan adalah pembentukan satuan tugas (satgas) kesehatan lintas sektor di setiap kecamatan agar berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani secara lebih terintegrasi.
Arahan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Mas Dhito saat memberikan pengarahan kepada seluruh kepala puskesmas dan camat di Ruang Joyoboyo Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.
Menurut Mas Dhito, Kabupaten Kediri masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah di bidang kesehatan, mulai dari penanganan stunting, demam berdarah dengue (DBD), tuberkulosis (TBC), HIV, hingga memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas pemerintah pusat berjalan optimal.
Untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan tersebut, ia meminta setiap kecamatan membentuk satgas yang melibatkan lintas sektor sehingga penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Saya minta untuk dibentuk satgas di tiap kecamatan, tidak hanya bicara (mengatasi persoalan ) stunting, tapi juga HIV, TBC dan demam berdarah,” terang Mas Dhito usai memberikan arahan di Ruang Joyoboyo Kantor Pemkab Kediri, Senin 3 Agustus 2026.
Keberadaan satgas, lanjut dia, harus dibarengi dengan penyusunan data kesehatan yang akurat dan selalu diperbarui. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan maupun evaluasi terhadap capaian setiap program kesehatan di tingkat kecamatan.
Mas Dhito mencontohkan penanganan stunting yang harus diketahui secara rinci oleh camat, termasuk perkembangan jumlah kasus dari waktu ke waktu. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan.
“Stunting 2025 bulan Agustus di angka 8,07, di Bulan Timbang Februari 2026 di angka 7,54 artinya ada penurunan, saya minta Camat wajib tahu dan secara aktual untuk dihitung betul,” tandas bupati berkacamata tersebut.
Selain fokus pada stunting, Mas Dhito juga meminta puskesmas meningkatkan pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia. Pemeriksaan kesehatan berkala dinilai penting karena masih ditemukan lansia yang belum memperoleh layanan kesehatan secara optimal, salah satunya akibat belum memiliki KTP Kabupaten Kediri.
Di sisi lain, penanganan penyakit menular seperti DBD, TBC, dan HIV juga harus diperkuat melalui peningkatan tracing atau pelacakan untuk memutus rantai penularan. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menutup arahannya, Mas Dhito menegaskan hubungan kerja antara camat dan kepala puskesmas harus berjalan harmonis. Keduanya diminta saling berkoordinasi, berbagi informasi, sekaligus melakukan evaluasi bersama terhadap perkembangan program kesehatan di wilayah masing-masing.
“Camat sama Kepala Puskesmas komunikasinya harus harmonis, saling koreksi boleh karena ini urusan kesehatan,” pungkasnya.(Adv/PKP/abi)







