banner 400x130

Stabilkan Harga Sembako : Pasar Murah Pemprov Jatim Hadir di Desa Lengkong  Kec. Mojoanyar

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa,  Bersama Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa  saat hadir pada pelaksanaan pasar murah di Desa Lengkong  - Mojoanyar , Jum at (18/9/2026)

MOJOKERTO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur hadir di Desa Lengkong Kec. Mojoanyar Kabupaten Mojokerto dengan menggelar pasar sembako murah,  Langkah ini untuk  menekan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat tidak mengalami hambatan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa. Pasar murah ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Gubernur Jatim Khofifah, menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah dilakukan secara berkeliling di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus memberikan ruang bagi peningkatan daya beli.

“Jadi makin bisa mendekatkan penjangkauan kepada konsumen, makin bisa memberikan ruang meningkatkan daya beli masyarakat, Dampaknya harga sembako akan stabil.” ujar Khofifah,.

Dijelaskan selain menjaga keterjangkauan harga, pasar murah juga menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Pemprov Jatim terus memperkuat langkah yang telah dilakukan pemerintah kabupaten/kota melalui pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah.

“Harapannya ini bagian dari stabilisasi harga, harapannya ini juga bagian dari stabilisasi inflasi. Maka kita memang perlu keliling ke daerah-daerah,”tegasnya.

Khofifah menjelaskan, kehadiran Pemprov Jatim dalam kegiatan tersebut merupakan upaya untuk memperkuat program yang telah berjalan di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, Pemprov Jatim berperan melapisi sekaligus memperkuat intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah.

“Harapan kita ya keterjangkauan itu bisa kita dekatkan dengan pola-pola yang pada dasarnya kita melapisi apa yang sudah dilakukan oleh kabupaten/kota, mensubstitusi apa yang mungkin kita bisa kuatkan. Jadi Pemprov hadir sifatnya melapisi dari apa yang sudah dilakukan kabupaten/kota,” tambahnya.

Ditambahkan sejumlah kebutuhan pokok tersedia dalam pasar murah tersebut, di antaranya minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam ras, paket cabai, tepung terigu, bawang merah, beras SPHP, hingga beras premium.

Harga yang ditawarkan juga lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional. Minyak goreng, misalnya, dijual Rp13.000, sementara harga di pasar tradisional dapat mencapai Rp17.000. Gula pasir dijual Rp14.000, sedangkan harga di pasar berkisar Rp17.000 hingga Rp17.500.

“Minyak kita Rp13.000, kalau di pasar tradisional bisa Rp17.000. Begitu juga gula kita jual Rp14.000, di pasar bisa Rp17.000–Rp17.500. Dan telur, daging ayam, termasuk SPHP juga begitu,” ungkapnya.

Khofifah menegaskan, harga sejumlah komoditas dalam pasar murah tersebut bahkan berada jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan.

“Barang  sembako yang kita gelar  melalui pasar murah ini. Harganya Jauh di bawah HET,” pungkas Gubernur Khofifah. (*)

Penulis: Gatot Sugianto