GRESIK — Ketika bencana datang, waktu menjadi sangat berharga. Di saat masyarakat berusaha menyelamatkan diri dan mencari tempat aman, ada relawan yang harus bergerak lebih cepat. Mereka datang membawa pertolongan, menyiapkan kebutuhan dasar, hingga mendampingi warga yang harus meninggalkan rumah.
Semangat itulah yang kembali diteguhkan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur dalam peringatan HUT ke-81 PMI di Gresik, Kamis (17/9/2026).
Mengusung tema “Peduli, Bergerak Bersama”, PMI Jatim ingin memastikan semangat kemanusiaan tidak berhenti sebagai slogan. Kepedulian harus diwujudkan dengan kesiapan dan gerakan nyata ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Imam Utomo mengatakan, kepedulian menjadi pintu awal dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Setiap jajaran PMI harus peka melihat kondisi masyarakat, terutama ketika bencana terjadi.
“Peduli maknanya adalah kita semua harus memperhatikan keadaan masyarakat apabila ada bencana,” ujar Imam.
Namun, kepedulian saja tidak cukup. Di lapangan, bantuan harus hadir dengan cepat. Karena itu, PMI Jatim terus mendorong penguatan kesiapsiagaan relawan di seluruh daerah.
Imam meminta setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya 50 relawan yang siap dikerahkan ketika terjadi bencana atau kondisi yang memaksa masyarakat mengungsi.
Dalam situasi pengungsian, kebutuhan paling mendasar menjadi perhatian pertama. Dapur umum harus segera disiapkan agar warga tetap mendapatkan makanan. Setelah itu, dukungan evakuasi dan pelayanan kemanusiaan lainnya dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Bergerak bersama yaitu sama-sama dengan pemerintah dan organisasi masyarakat yang lainnya. Dengan seluruh masyarakat kita bisa mencapai yang terbaik untuk membantu mereka yang tertimpa bencana,” katanya.
Kesiapan tersebut juga membutuhkan koordinasi. Posko PMI diharapkan selalu dalam kondisi siap, sementara komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, dan instansi terkait harus terus terjaga.
Terlebih, Jawa Timur memiliki wilayah yang menghadapi beragam potensi bencana. Imam secara khusus mengingatkan jajaran PMI di kawasan selatan Jawa untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk dengan mengikuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Banjir, kekeringan, erupsi gunung api hingga kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman yang membutuhkan kesiapan bersama.
Di usia ke-81, PMI Jatim menegaskan kembali bahwa kerja kemanusiaan bukan hanya tentang hadir saat bencana terjadi. Lebih dari itu, kerja kemanusiaan adalah tentang kesiapan untuk hadir sebelum keadaan menjadi lebih sulit.
Sebab, bagi mereka yang sedang membutuhkan pertolongan, satu gerakan cepat dan satu kepedulian kecil dapat menjadi sangat berarti. (Amin Istighfarin)




