KEDIRI WartaTransparansi.com – Semangat kompetisi dan adu strategi mewarnai Turnamen Esports Polres Kediri Kota Cup 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Ajang yang mempertemukan puluhan gamer muda dari wilayah hukum Polres Kediri Kota itu tak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga wadah penjaringan atlet potensial menuju level yang lebih tinggi.
Menggunakan sistem knock out atau gugur, turnamen ini diikuti 35 tim dengan total 175 peserta. Setelah melalui rangkaian pertandingan yang berlangsung sengit, tim Ler Ngaku Sanford berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Dora Explorer, disusul Nexus Team di peringkat ketiga dan Hisminai Ganador di urutan keempat.
Selain menyemarakkan Hari Bhayangkara, turnamen yang diikuti peserta berusia 16 hingga 22 tahun tersebut dimanfaatkan Polres Kediri Kota untuk memberikan edukasi mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) kepada generasi muda.
AKBP Anggi Saputra Ibrahim, melalui, KBO Satreskrim Polres Kediri Kota, Ipda Iwan Sulaiman, mengatakan kegiatan itu sengaja dirancang sebagai sarana penyaluran hobi positif sekaligus mempererat kebersamaan di kalangan komunitas esports.
“Dengan kegiatan seperti ini, kita tidak hanya mencari juara, tapi juga lebih mengedepankan kebersamaan dan persaudaraan antar-sesama, khususnya penggemar esport di Kota Kediri,” ujarnya usai turnamen yang digelar di Aula Rupatama Wicaksana Lagawa Polres Kediri Kota, Sabtu 20 Juni 2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan dunia digital membuat esports menjadi cabang olahraga yang semakin diminati kalangan remaja. Karena itu, kepolisian perlu hadir untuk memberikan pemahaman mengenai penggunaan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab.
“Di samping bertanding, kita juga menyampaikan edukasi tentang pencegahan, khususnya terkait tindak pidana yang ada kaitannya dengan ITE,” imbuhnya.
Ipda Iwan menambahkan, para juara akan dipersiapkan mengikuti babak kualifikasi tingkat Polda Jawa Timur yang digelar secara daring. Melalui kompetisi tersebut, Polres Kediri Kota berharap muncul atlet-atlet esports yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Di arena pertandingan, keberhasilan Ler Ngaku Sanford menjadi juara cukup menarik perhatian. Tim yang diperkuat Alvin Putra Pratama Cahyono dan rekan-rekannya itu mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelum bertanding.
“Alhamdulillah, rasanya tentu sangat senang. Kalau untuk persiapan sendiri sebenarnya tidak ada, Mas. Kami langsung datang dan main saja,” ujar Alvin.
Meski tanpa latihan intensif, kerja sama tim yang solid membuat mereka mampu melewati setiap pertandingan hingga partai final tanpa kendala berarti.
Namun, Alvin mengaku timnya tidak memiliki target besar untuk menembus ajang prestasi formal seperti Porprov maupun PON karena terbentur faktor usia.
“Kayaknya cukup ini saja, Mas. Ikut-ikut turnamen seperti ini untuk seru-seruan saja karena kami sudah terbentur faktor usia. Sudah mentok usianya,” katanya sambil tertawa.
Saat ditanya peluang menjadi pelatih esports, Alvin juga belum memiliki rencana ke arah tersebut.
“Belum ada kepikiran untuk ke sana (menjadi pelatih). Setelah ini, fokus ke real life saja,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum E-Sports Kota Kediri Irzadi Nirwan melalui direktur utama, Harto Febriono menegaskan turnamen ini merupakan bagian dari proses seleksi atlet menuju Kapolri Esport Cup dan pembinaan jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Tujuan kegiatan kali ini adalah untuk menyeleksi atlet dalam rangka Kapolri Esport Cup. Juara di tingkat Polres maupun Polda ini nantinya berkesempatan mendapatkan poin plus untuk menjadi atlet PON,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Bandrek menegaskan para juara tidak otomatis lolos menjadi atlet daerah. Mereka tetap harus melalui proses seleksi dan pembinaan berkelanjutan.
“Syarat untuk bisa lolos menjadi atlet sebenarnya sederhana. Yang penting mereka sering berprestasi, tetap tekun berlatih, dan menunjukkan perkembangan kemampuan yang konsisten,” katanya.
Setelah rangkaian Hari Bhayangkara selesai, ESI Kota Kediri berencana menggelar seleksi lanjutan pada akhir Juli untuk mempersiapkan atlet terbaik menuju Kejuaraan Provinsi Jawa Timur. Turnamen ini pun menjadi langkah awal bagi lahirnya talenta-talenta esports baru dari Kota Kediri.(*)







