banner 400x130

Unesa Raih Penghargaan Tim Inspiratif Mandaya Awards 2026, Perkuat Pemberdayaan 89 Desa Binaan

Unesa kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan kategori Tim Inspiratif dalam ajang Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026 yang digelar Kemenko PM. (Foto: Tim Humas Unesa)

SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Unesa meraih penghargaan kategori Tim Inspiratif dalam ajang Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026 yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).

Penghargaan tersebut diserahkan di Plaza BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, hadir secara langsung menerima penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Unesa dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada hasil nyata. Tidak sekadar menjalankan kegiatan pengabdian, perguruan tinggi dituntut mampu menghadirkan perubahan dan meningkatkan kemandirian masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan serta inovasi.

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak semestinya diukur dari besarnya lembaga maupun anggaran yang digunakan. Menurutnya, tolok ukur utama justru terletak pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Bukan yang paling besar lembaganya, bukan yang paling mahal anggarannya. Tetapi yang paling kita harapkan dan kita nilai adalah siapa yang dampaknya nyata dan bisa dibuktikan,” tegas Muhaimin.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mendorong perubahan paradigma pembangunan nasional. Pendekatan yang sebelumnya lebih banyak bertumpu pada pemberian bantuan sosial secara bertahap diarahkan menuju pemberdayaan masyarakat.

Melalui transformasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan atau manfaat program pemerintah. Lebih jauh, mereka harus memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menjadi pelaku pembangunan yang mandiri, produktif, serta mampu mengembangkan potensi di lingkungannya.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Dwi Cahyo Kartiko menyebut penghargaan yang diraih Unesa sebagai kebanggaan sekaligus dorongan untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

“Tentu ini menjadi kebanggaan bersama. Kerja sama harus terus diperkuat untuk menghadirkan program-program nyata dan berdampak yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peran perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada aktivitas pendidikan dan penelitian di lingkungan kampus. Institusi pendidikan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, keilmuan, hasil penelitian, inovasi, serta kompetensi sumber daya manusia di kampus perlu dihubungkan secara langsung dengan kebutuhan masyarakat. Dengan cara tersebut, keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Desa dan Daerah (Pusbangdesda) LPPM Unesa, Mufarrihul Hazin, menjelaskan bahwa penghargaan kategori Tim Inspiratif tersebut tidak terlepas dari konsistensi Unesa dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

Salah satu kekuatan yang menjadi perhatian dalam pengajuan penghargaan adalah keberadaan sekitar 89 desa binaan. Jumlah tersebut merupakan desa dampingan yang dikembangkan di luar kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), maupun program yang dijalankan organisasi kemahasiswaan.

Dari puluhan desa binaan tersebut, program International Community Development (ICD) di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, menjadi salah satu program unggulan yang ditampilkan.

Program ICD dirancang untuk menggali dan mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Pelaksanaannya difokuskan pada empat sektor utama, yakni pemberdayaan peternak, petani, pemuda, dan perempuan.

Melalui pendekatan tersebut, Unesa berupaya mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi ekonomi dan sosial secara mandiri. Program pemberdayaan juga diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan jangka pendek, tetapi menghasilkan manfaat yang bisa terus dirasakan oleh masyarakat setempat.

Selain di Bondowoso, Unesa turut mengembangkan program pemberdayaan di Kampung Banjarsari yang telah menjadi desa binaan selama empat tahun. Kegiatan yang dilakukan mencakup pengembangan sarana dan infrastruktur, penguatan sektor pertanian, hingga pengelolaan fasilitas pendukung kebutuhan masyarakat.

Ke depan, Unesa berencana memperluas jangkauan program melalui skema One Faculty One Village atau satu fakultas satu desa. Bahkan, konsep tersebut ditargetkan berkembang menjadi One Prodi One Village, yakni setiap program studi memiliki desa binaan masing-masing.

“Salah satu rencana yang kami siapkan adalah program One Faculty One Village, bahkan ke depan didorong menjadi One Prodi One Village. Artinya, satu prodi memiliki satu desa binaan. Dengan begitu, kepakaran dan keahlian dosen dapat terhubung langsung dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki masyarakat desa,” jelas Mufarrihul.

Tidak hanya memperluas desa binaan, Unesa juga menyiapkan pengembangan aplikasi pemberdayaan desa. Platform digital tersebut nantinya menjadi sarana penghubung antara berbagai persoalan dan potensi desa dengan kompetensi serta kepakaran dosen Unesa.

Melalui aplikasi itu, kebutuhan masyarakat desa diharapkan dapat dipetakan secara lebih sistematis sehingga intervensi program menjadi tepat sasaran. Dosen dan tenaga ahli juga dapat berkontribusi sesuai bidang keilmuannya.

Capaian Mandaya Awards 2026 sekaligus mempertegas komitmen Unesa untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat. Dengan dukungan 89 desa binaan, pengembangan program lintas disiplin, serta pemanfaatan teknologi, Unesa berupaya menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian nyata dari kontribusi kampus bagi pembangunan nasional.

Penulis: FahrizalEditor: Redaksi