banner 400x130

Pemkab Lumajang Perkuat Kewaspadaan Penyakit Pernapasan

Ilustrasi

LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perkembangan penyakit pernapasan melalui pemantauan rutin terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi perubahan pola penyakit lebih awal sekaligus menyesuaikan kesiapan pelayanan kesehatan dengan kondisi di lapangan.

Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, pemantauan dilakukan terhadap sejumlah penyakit pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia. Sementara pemantauan Influenza-Like Illness (ILI) dilakukan setiap minggu melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Marshall Trihandono, mengatakan surveilans dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari mekanisme pengendalian penyakit.

“Surveilans tetap berjalan secara rutin. Kita tidak menunggu sampai terjadi peningkatan kasus, tetapi terus memantau perkembangan sejak dini agar perubahan pola penyakit dapat segera diketahui,” ujar Marshall, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, pemantauan secara berkelanjutan memungkinkan Dinas Kesehatan melihat perubahan kondisi dari waktu ke waktu. Apabila ditemukan situasi yang memerlukan perhatian, kewaspadaan dapat diperkuat melalui pelaporan serta koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kesiapsiagaan juga mencakup kemampuan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan. Ketersediaan obat-obatan, alat pelindung diri (APD), oksigen, serta berbagai sarana pendukung menjadi bagian yang diperhatikan sesuai kebutuhan pelayanan.

Marshall menegaskan, kesiapan logistik bukan berarti seluruh kebutuhan harus digunakan dalam setiap kondisi. Namun, pemantauan ketersediaan diperlukan untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki dukungan yang memadai apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau berperan dalam menjaga kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan. Warga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan etika batuk dan bersin.

“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap menjaga kewaspadaan. Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Jika muncul keluhan yang menetap atau kondisi semakin berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Melalui surveilans ISPA, pneumonia, dan pemantauan ILI secara rutin, Dinas Kesehatan terus mengikuti perkembangan penyakit pernapasan di masyarakat. Informasi tersebut menjadi bahan untuk menentukan langkah kewaspadaan dan pelayanan sesuai kondisi yang ditemukan.

Penguatan surveilans dan kesiapan layanan diharapkan membantu pemerintah mengenali perubahan kondisi kesehatan masyarakat lebih awal, sekaligus memastikan jejaring pelayanan kesehatan tetap siap memberikan pelayanan sesuai kebutuhan. (*)

Penulis: Teguh S