PROBOLINGGO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/11). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah melakukan peletakan batu pertama renovasi rumah milik Musripa (51).
Musripa merupakan salah satu warga penerima bantuan yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Atap rumahnya jebol dan kamar mandi tidak layak digunakan. Ia tinggal bersama suami yang bekerja sebagai tukang becak serta seorang anak penyandang disabilitas grahita.
“Pemerintah terus menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Bagaimana kondisi bangunannya, apakah sanitasinya memadai atau tidak, kita upayakan hal tersebut,” ujar Khofifah.
Dalam program tersebut, terdapat dua warga Kecamatan Kraksaan yang menerima bantuan renovasi masing-masing Rp25 juta. Selain Musripa, penerima lainnya adalah Bahri, warga Kelurahan Sidopekso.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebesar Rp20 juta dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo sebesar Rp5 juta untuk setiap penerima.
Khofifah menegaskan, program Rutilahu tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memastikan keamanan, sanitasi, dan kesehatan hunian.
Ia berharap sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat miskin memperoleh rumah layak huni. Renovasi juga ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Penguatan dan perluasan Rutilahu harus membangun sinergi bersama BAZNAS. Kuncinya sinergi, sinergi, sinergi,” tegasnya.
Musripa menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia mengaku bahagia karena keluarganya segera dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman.
“Kami bahagia dan bangga sudah dibantu bedah rumah sehingga bisa tinggal dengan layak,” pungkasnya. (*)







