Malang, Wartatransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyosialisasikan program pembebasan denda dan pokok tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kepada 300 pengemudi ojek online (ojol) di Kantor UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Malang, Kamis (6/8).
Dalam kegiatan tersebut, para ojol juga menerima bendera Merah Putih, paket sembako, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Program yang berlangsung selama 1–31 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah Surabaya, Kota Malang menjadi lokasi kedua sosialisasi yang digelar Pemprov Jawa Timur agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan kebijakan tersebut.
Khofifah mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya pengemudi ojol yang mengandalkan kendaraan sebagai sarana utama mencari nafkah.
“Pengemudi ojek online memiliki kontribusi penting sebagai penggerak ekonomi sekaligus pendukung layanan transportasi masyarakat. Karena itu kami ingin kebijakan ini memberikan kemudahan dan perlindungan ekonomi bagi mereka,” ujar Khofifah.
Selain pembebasan denda dan pokok tunggakan PKB bagi pengemudi ojol, Pemprov Jatim juga memberikan pembebasan sanksi administratif keterlambatan pembayaran PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pembebasan PKB progresif, serta berbagai insentif perpajakan lainnya. Pemerintah juga memastikan dasar pengenaan PKB dan BBNKB tahun 2026 tidak mengalami kenaikan.
Khofifah mengimbau masyarakat memanfaatkan program tersebut sebelum berakhir pada 31 Agustus 2026 dan tidak menunda pembayaran hingga mendekati batas waktu.
Koordinator Gaspol Malang Raya, Elok Yudha Lestari, mengaku program tersebut sangat membantu pengemudi ojol yang selama ini kesulitan membayar pajak karena harus mendahulukan kebutuhan sehari-hari. Senada, perwakilan ojol Jawa Timur, Yuniawati, menilai kebijakan yang telah memasuki tahun ketujuh itu sangat bermanfaat dalam menjaga perekonomian para pengemudi.
Mereka berharap program serupa dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang karena kendaraan merupakan aset utama untuk bekerja. (*)







