JAKARTA, WartaTransparansi.com – Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) semakin memperkuat implementasi kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP) dengan mengantongi komitmen investasi baru senilai sekitar USD500 juta atau setara Rp8,1 triliun.
Tambahan investasi tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara mempercepat pengembangan kawasan industri, perdagangan, serta konektivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen itu mengemuka dalam Tripartite High-Level Meeting yang mempertemukan Pemerintah Indonesia, Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian. Delegasi Indonesia dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mengevaluasi perkembangan implementasi TCTP sekaligus menyepakati sejumlah langkah percepatan program prioritas kerja sama.
“Melalui Tripartite High-Level Meeting, Pemerintah Indonesia, Kementerian Perdagangan RRT (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian mengevaluasi perkembangan implementasi TCTP sekaligus menyepakati langkah-langkah percepatan program prioritas kerja sama kedua negara,” ujar Ali.
Kesepakatan yang dicapai meliputi percepatan penyelesaian proyek unggulan (champion project) antara China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), perluasan cakupan kawasan TCTP, percepatan finalisasi Roadmap TCTP 2026, reaktivasi contact point TCTP di Fuzhou, peningkatan akses pasar produk ekspor Indonesia ke Tiongkok, serta penguatan konektivitas logistik dan sektor pariwisata
Pertemuan juga membahas peluang pembukaan akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia, seperti durian segar dan kelapa, penjajakan rute pelayaran langsung antara Fujian dengan kawasan TCTP di Indonesia, hingga pengembangan program Twin Parks Plus Tourism Economy untuk mengintegrasikan kawasan industri dengan sektor pariwisata.
Komitmen investasi baru tersebut diperoleh melalui penandatanganan 10 Memorandum of Understanding (MoU) dalam ajang China-Indonesia TCTP Economic and Trade Cooperation Matchmaking Conference yang digelar di Fujian Fuyao University of Science and Technology, Fuzhou, pada 15 Mei 2026.
Kesepuluh MoU mencakup berbagai sektor strategis, antara lain biomedis dan uji klinis, keamanan data dan kecerdasan artifisial (AI), perdagangan digital, manufaktur peralatan rumah tangga, kesehatan dan alat kesehatan, industri herbal, mobilitas kendaraan listrik, manufaktur sepeda motor listrik, elektronik konsumen, hingga kerja sama akademik dan riset.
Dengan tambahan komitmen investasi senilai USD500 juta tersebut, total komitmen investasi dalam kerangka kerja sama TCTP kini mencapai sekitar USD10,5 miliar, melanjutkan capaian investasi sebesar USD10 miliar yang telah diumumkan pada Februari 2026 di Jakarta.
Ali menegaskan investasi menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi bagian dari kerja sama TCTP.
“Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen, investasi merupakan salah satu pendorong utama, khususnya di provinsi-provinsi yang terlibat dalam kerja sama TCTP. Kami berharap target tersebut dapat dicapai lebih cepat dibandingkan provinsi lainnya,” katanya.
Selain mengikuti pertemuan tingkat tinggi, Delegasi Indonesia juga bertemu dengan Wakil Gubernur Provinsi Fujian. Dalam pertemuan itu, Pemerintah Provinsi Fujian menyatakan komitmennya untuk terus mendukung implementasi TCTP melalui penguatan fasilitasi investasi, promosi kawasan, serta pengembangan pusat layanan TCTP guna mempercepat koordinasi dan penyelesaian berbagai kendala implementasi kerja sama kedua negara.
(din/ais)







