PASURUAN – Kelangkaan Bio Solar bersubsidi menyebabkan antrean panjang kendaraan angkutan barang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten dan Kota Pasuruan sejak Kamis (25/6) sore hingga Jumat (26/6).
Pantauan WartaTransparansi.com menunjukkan antrean didominasi truk angkutan barang dan bus yang hendak mengisi Bio Solar bersubsidi. Salah satu titik terparah berada di dua SPBU di Jalan Raya Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
Sejumlah sopir mengaku telah mengantre sejak pukul 16.00 WIB pada Kamis, namun baru dapat mengisi bahan bakar sekitar pukul 19.30 WIB. Panjangnya antrean membuat petugas Satlantas Polres Pasuruan turun tangan mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Dirin (48), sopir truk asal Jombang, mengaku terpaksa bermalam di SPBU Balangwatu–Cangkringmalang demi mendapatkan solar.
“Saya sudah mengantre sejak Kamis sore. Kalau dipaksakan jalan, takut kehabisan solar di tengah perjalanan dan justru tambah repot. Saya membawa muatan dari gudang di Jombang tujuan Banyuwangi. Dari Mojokerto sampai Pasuruan antrean di hampir semua SPBU sangat panjang,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Sholeh (52), sopir truk gandeng asal Surabaya. Menurutnya, stok Bio Solar di rest area Tol Surabaya–Sidoarjo juga kosong sehingga ia terpaksa keluar melalui Gerbang Tol Gempol untuk mencari solar di SPBU Cangkringmalang.
“Tujuan saya mengirim barang ke Pakisaji, Malang. Kondisi seperti ini sangat memberatkan sopir karena pendapatan ikut berkurang. Kami harus mengeluarkan biaya makan lebih banyak karena terpaksa menginap di SPBU sambil menunggu antrean,” tuturnya.
Sementara itu, Sofyan, petugas SPBU, menjelaskan keterlambatan pasokan Bio Solar menjadi penyebab kelangkaan tersebut.
“Kami sudah melakukan pemesanan ke Depot Perak sejak Rabu sebelum stok habis. Insyaallah sore ini pengiriman Bio Solar sudah tiba dan akan kami prioritaskan untuk melayani truk yang telah mengantre sejak Kamis,” jelasnya. (*)







