banner 400x130

BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Percepat Pekerja Mandiri Naik Kelas Bersama Program Upskilling

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto  Imam Haryono Safii bersama Bupati Gus Barra  pada kegiatan Program Upskilling' BPJS Ketenagakerjaan  di  Aula  Dispendik Kab. Mojokerto 

MOJOKERTO, WartaTransparansi.com – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Mojokerto mempercepat pekerja mandiri (pekerja informal atau peserta Bukan Penerima Upah) naik kelas dengan melalui kegiatan Program UpskillingPasalnya program tersebut bisa  meningkatkan keterampilan dan kapasitas usaha agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto Imam Haryono Safii,  menegaskan bahwa program Program upskilling BPJS Ketenagakerjaan merupakan inisiatif untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas pekerja atau wirausaha agar lebih produktif dan berdaya saing.

Menurut Haryono  program yang diikuti 60 peserta yang berasal dari kalangan pekerja mandiri dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Mojokerto ini juga sering kali mencakup pelatihan reskilling untuk memberikan keahlian baru sekaligus merupakan salah satu bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada peserta, khususnya pekerja informal atau peserta Bukan Penerima Upah (BPU).

Masih penjelasan Haryono  selain memberikan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan juga terus berupaya menghadirkan berbagai manfaat tambahan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan peserta melalui pengembangan keterampilan dan kapasitas usaha.

Ditambahkan kegiatan peningkatan kapasitas yang diselenggarakan di  ruang pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto dengan melibatkan 60 peserta BPU yang merupakan pekerja mandiri dan pelaku usaha mikro.

Menurutnya melalui pelatihan yang diberikan pada Program Upskilling dengan tema Peningkatan Kapasitas Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 tersebut  para peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memperluas peluang usaha, serta memperkuat daya saing usahanya di tengah perkembangan ekonomi yang terus berubah.

Kami meyakini setiap pekerja mandiri memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan keterampilan yang terus diasah serta dukungan dari berbagai pihak, potensi tersebut dapat menjadi modal berharga untuk memperluas usaha, meningkatkan pendapatan, dan mewujudkan kemandirian ekonomi yang lebih baik

“Melalui program upskilling ini, kami berharap peserta dapat memperoleh pengetahuan baru, meningkatkan keterampilan yang dimiliki, serta mengembangkan kemampuan usaha yang dijalankan. Di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis, peningkatan kapasitas diri menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan peluang usaha yang lebih besar, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing,”Pungkas Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto.. 

Secara terpisah Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa yang turut hadir pada kegiatan Program Upskilling’ BPJS Ketenagakerjaan  di  ruang pertemuan Dinas Pendidikan Kab. Mojokerto mendorong para pekerja mandiri untuk terus meningkatkan keterampilan dan kapasitas usaha agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.

Gus Barra panggilan akrab Bupati Mojokerto  mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga menghadirkan program pemberdayaan melalui peningkatan kompetensi atau upskilling bagi para pesertanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, pekerja mandiri, dan sektor ekonomi kerakyatan di Kabupaten Mojokerto.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPJS Ketenagakerjaan atas inisiasi dan komitmennya dalam memberikan perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi pekerja mandiri melalui program peningkatan kompetensi atau upskilling. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, pekerja mandiri, dan sektor ekonomi kerakyatan di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis,”tegas Gus Barra, dikonfirmsi, Sabtu (13/6/2026). 

Dijelaskan program tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto melalui Catur Abhipraya Mubarok, khususnya misi ketiga yang berfokus pada pembangunan kemandirian ekonomi masyarakat, koperasi, usaha mikro, dan badan usaha milik desa berbasis masyarakat.

Menurut Gus Barra melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, dan kompetensi para pekerja mandiri, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

“Program upskilling ini bukan hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan individu, tetapi juga merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto,”tegasnya.

Ditambahkan pekerja mandiri memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Selain menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri, mereka juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengurangan angka pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, di tengah perkembangan teknologi, pesatnya pasar digital, serta meningkatnya persaingan usaha, para pelaku usaha dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya. Karena itu, program upskilling dinilai menjadi sarana yang relevan untuk memperkuat kapasitas usaha agar mampu berkembang dan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan baru, meningkatkan keterampilan usaha, memahami strategi pemasaran yang efektif, memperluas jaringan bisnis, serta mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, diharapkan produktivitas dan pendapatan pekerja mandiri dapat terus meningkat sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat,”pungkas Bupati Mojokerto. (*)

Penulis: Gatot SugiantoEditor: Amin